Ujian Ketangguhan di Pengembaraan Pramuka Selong, SMA Negeri 1 Selong Berbuah Prestasi
SMA Negeri 1 Selong – Selong --- Kegiatan
Pengembaraan Pramuka yang diselenggarakan oleh Dewan Kerja Ranting (DKR)
Selong, Lombok Timur, menjadi ajang pembinaan karakter bagi Pramuka Penegak dan
Pandega melalui pengalaman langsung di alam terbuka dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta Pramuka Penegak dan Pandega putra
dan putri, serta dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, 9–11 Januari 2026.
Pengembaraan ini dirancang untuk membentuk Pramuka
yang tangguh, mandiri, berjiwa pemimpin, serta mampu mengamalkan nilai kerja
sama, kepedulian sosial, Tri Satya, dan Dasa Dharma Pramuka. Selama kegiatan
berlangsung, para peserta menghadapi berbagai tantangan yang menguji ketahanan
fisik, mental, dan kekompakan regu.
Rangkaian pengembaraan diawali dari Basecamp pertama
di Bumi Perkemahan (Buper) Sukadamai, yang menjadi titik awal sekaligus tempat
pembekalan peserta. Selanjutnya, para peserta melanjutkan perjalanan menuju
Basecamp kedua di Kantor Camat Sukamulia sebagai titik akhir pengembaraan.
Dalam kegiatan tersebut, SMA Negeri 1 Selong turut
ambil bagian dengan mengirimkan delapan Pramuka terbaik, yakni Ahmad
Dzakirulloh (XI-5), Bintang Deros Satria (XI-8), Karina Ramadhani Santhosa
(XI-6), Nurlaili Agustini (XI-8), Bahjatun Mulyani Hadri (XI-11), Nurul
Hidayani (X-8), Siti Syahirah Irfaniah (X-6), dan Qanita Permata Adela (X-3).
Keikutsertaan ini membuahkan hasil membanggakan, di mana SMA Negeri 1 Selong
berhasil meraih Juara 1 lomba puisi dan Juara 3 lomba semaphore.
Pada lomba puisi, Ahmad Dzakirulloh (XI-5) tampil
sebagai peraih Juara 1. Ia mengaku merasa senang, bahagia, sekaligus tidak
menyangka dapat meraih juara pertama karena kualitas peserta lain yang
dinilainya sangat baik.
“Perasaan saya cukup senang dan bahagia bisa
meraih juara 1, meskipun ada rasa heran dan tidak menyangka karena lawannya
bagus-bagus,” ujarnya.
Dalam penampilannya, Ahmad membawakan puisi berjudul “Perjuangan
Sang Ibu” karya Chelsea Auliya Putri. Puisi tersebut mengangkat makna
tentang besarnya pengorbanan dan ketulusan cinta seorang ibu yang digambarkan
sebagai sosok kuat, sabar, dan rela menahan lelah serta penderitaan tanpa
mengeluh. Melalui puisi ini, ia ingin mengajak pendengar untuk lebih
menghargai, menyayangi, dan mendampingi ibu sebagai pilar kekuatan dalam
kehidupan.
Meski tampil maksimal, Ahmad mengakui bahwa tantangan
terberat yang ia hadapi adalah mengatasi rasa gugup saat tampil di hadapan penonton
yang ramai. Nilai kepramukaan yang paling menginspirasinya adalah Dasa Dharma
Pramuka ke-2, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, yang menurutnya
tercermin pula dalam kasih sayang seorang ibu. Ia berharap prestasi ini dapat
menjadi motivasi untuk terus menorehkan prestasi lain sesuai bakat yang
dimilikinya.
Sementara itu, pada lomba semaphore, Ahmad
Dzakirulloh (XI-5) dan Nurlaili Agustini (XI-8) berhasil meraih Juara 3. Regu
ini mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas capaian tersebut, meskipun sempat
merasa belum puas sepenuhnya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama
regu yang solid melalui latihan rutin dan saling mengoreksi satu sama lain.
Dalam perlombaan, mereka mampu memecahkan sandi semaphore dalam waktu sekitar 1
menit lebih 10 detik.
Adapun kesulitan yang dihadapi dalam lomba semaphore
meliputi ketepatan waktu, ketepatan gerakan tangan, serta pemahaman huruf dalam
kondisi mirror. Dari pengalaman tersebut, para peserta memetik pelajaran
penting tentang arti kekompakan, kedisiplinan, dan rasa saling percaya dalam
regu. Mereka juga berpesan kepada regu Pramuka lain agar selalu menjaga
kekompakan dan menumbuhkan rasa saling percaya demi meraih prestasi.
Melalui kegiatan ini, DKR Selong berharap
pengembaraan Pramuka dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda
yang berintegritas dan berjiwa kepemimpinan. Pengembaraan Pramuka ini menjadi
wujud nyata pendidikan kepramukaan yang menekankan pembelajaran melalui
pengalaman langsung, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah
masyarakat.
(V3)