Tumbuh Diam-diam, Menang dengan Tenang: Raffi Ghaizan Si Petenis Pendiam Nan Berprestasi

SMA Negeri 1 SelongSingaraja Bali --- Sorak-sorai penonton, sorot mata tajam ke arah bola, dan deru napas yang berpacu di antara pukulan forehand—semua itu adalah dunia yang akrab bagi M. Raffi Ghaizan Putra, remaja asal Karang Anyar, Selong, yang terus menapaki jalannya sebagai petenis muda berbakat. Terbaru, ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Turnamen Tenis Piala Kapolda Bali 2025 di kategori Ganda Putra Usia 16 Tahun, berpasangan dengan M. Hasbi Pratama.

 

Turnamen yang berlangsung pada 22–27 Juni 2025 tersebut diikuti oleh atlet-atlet muda dari berbagai provinsi. Meski perjuangan mereka harus terhenti di babak kedua usai menghadapi kekuatan pasangan tuan rumah, I Putu Gana dan Zackerry, namun perjuangan Raffi dan Hasbi tetap membuahkan hasil manis: podium ketiga yang membuktikan kualitas dan mental bertanding mereka.

 

Raffi, lahir di Selong pada 26 Februari 2009, adalah anak kedua dari tiga bersaudara, putra pasangan Muhammad Zainuddin dan Zaitun Kholifah. Raffi tumbuh dalam lingkungan yang membentuk karakter disiplin dan rendah hati. Dukungan orang tua menjadi fondasi kuat yang menuntunnya mengasah bakat sejak usia dini.

 

Di lapangan, Raffi dikenal dengan gaya bermain yang rapi, tenang, dan mengandalkan strategi. Namun yang paling mencolok bukan hanya tekniknya, melainkan keteguhan mentalnya. Setiap kali masuk ke arena pertandingan, ia membawa semangat yang tulus: bermain sebaik mungkin, menjunjung sportivitas, dan terus belajar dari setiap momen di lapangan.

 

Tahun lalu, tepatnya pada 20–22 September 2024, Raffi juga berhasil menembus tiga besar di ajang Junior Tennis Tournamenttingkat Provinsi NTB yang diadakan oleh Perum BULOG Kanwil NTB. Konsistensi itulah yang membuat namanya kian dikenal sebagai salah satu petenis muda yang patut diperhitungkan.

 

Bagi Raffi, tenis bukan hanya kegiatan luar sekolah atau aktivitas fisik semata. Tenis telah menjadi jalan hidup yang ia tekuni dengan sepenuh hati. Setiap pukulan, setiap langkah di lapangan, adalah bentuk komitmen dan kerja kerasnya untuk terus bertumbuh. Ia meyakini bahwa prestasi bukan datang dari keberuntungan, melainkan dari ketekunan yang dibangun hari demi hari.

 

Kepala SMA Negeri 1 Selong, Dr. Hj. Sri Wahyuni, memberikan apresiasi langsung atas capaian yang diraih Raffi. Ia menyampaikan bahwa Raffi bukan hanya membanggakan sekolah di bidang olahraga, tapi juga menjadi contoh siswa yang rendah hati, fokus, dan konsisten.

 

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Raffi. Ia telah menunjukkan bahwa prestasi bukan hanya milik mereka yang hebat secara akademik, tetapi juga bagi yang mau serius mengembangkan bakat. Raffi adalah contoh siswa yang tekun, santun, dan tidak cepat puas. Semoga ia terus bersinar dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ungkap beliau.

 

Rasa bangga juga datang dari kedua orang tua Raffi, yang selalu menjadi penyokong utama di balik layar. Sang ayah, Muhammad Zainuddin, mengaku tak pernah memaksakan, tapi selalu memberi ruang dan semangat.

 

“Kami hanya mendukung apa yang Raffi cintai. Sejak kecil dia memang suka bergerak, suka tantangan. Kami tidak pernah menyangka akan sejauh ini, tapi kami tahu dia anak yang gigih. Kami hanya bisa terus mendoakan dan mendampingi semampu kami,” ujar Zainuddin, penuh haru.

 

Ibunda Raffi, Zaitun Kholifah, menambahkan bahwa yang paling membahagiakan adalah melihat anaknya bahagia dengan pilihannya.

 

“Setiap kali dia latihan, pulang dengan peluh dan senyum, itu cukup bagi kami. Kalau sekarang prestasinya mulai dikenal, itu bonus dari kerja kerasnya sendiri,” tutur beliau.

 

Kini, Raffi tengah mempersiapkan diri untuk ajang-ajang yang lebih besar. Baginya, setiap latihan adalah bagian dari proses, dan setiap pertandingan adalah pembelajaran.

 

Raffi Ghaizan Putra telah membuktikan bahwa semangat yang besar dan usaha yang tak putus bisa membuka jalan prestasi.

 

 (V3)