SMA Negeri 1 Selong Jadi Mitra Program Jurnalis Pelajar: Bentuk Karakter, Lawan Hoaks, dan Kembangkan Literasi Digital

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Dalam upaya meningkatkan literasi media dan membentuk karakter jurnalis muda yang kritis dan berintegritas, Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menjalin kerja sama dengan Lombok Post, Selaparang Televisi, dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lombok Timur. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Program Pengembangan Literasi dan Jurnalis Pelajar, dengan SMA Negeri 1 Selong sebagai salah satu mitra pelaksana utama.

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 29–30 Oktober 2025, di SMA Negeri 1 Selong, diikuti oleh anggota ekstrakurikuler jurnalistik serta guru pembina. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang diisi oleh wartawan profesional dari Lombok Post dan Selaparang TV.

 

Program ini mencakup beberapa agenda utama, antara lain Pelatihan Literasi Media—melatih siswa dan guru pendamping dalam menganalisis informasi, memverifikasi berita, memahami etika jurnalistik, dan menggunakan media digital secara bertanggung jawab; Pembentukan Tim Jurnalis Pelajar; Produksi dan Publikasi Karya Siswa; Pendampingan Teknis oleh Media Profesional; serta Ajang Apresiasi Karya Jurnalistik Pelajar.

 

Kepala Cabang Dinas Dikbud Lombok Timur, H. Saiful Islam, S.Pd., M.Pd., saat menghadiri pembukaan kegiatan di SMA Negeri 1 Selong, menyampaikan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) yang kerap menyesatkan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.

 

“Program jurnalis pelajar ini merupakan ikhtiar membentuk mental jurnalis di kalangan pelajar, sekaligus membentengi dunia pendidikan dari informasi menyesatkan,” ujarnya.

 

Menurutnya, arus informasi digital yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang kuat. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat mengasah keterampilan siswa dalam menulis berita sesuai kaidah jurnalistik serta mengajarkan cara memverifikasi informasi sebelum disebarkan.

 

“Kita ingin siswa-siswi mampu membuat karya jurnalistik yang baik dan benar, serta memahami kode etik jurnalistik agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu,” tambahnya.

 

Kepala SMA Negeri 1 Selong, Dr. Hj. Sri Wahyuni, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi di kalangan siswa.

 

“Harapan kami, dengan menguasai ilmu jurnalistik, anak-anak bisa menjadi corong informasi positif sekolah, menyebarkan prestasi dan kegiatan inspiratif,” ujarnya.

 

Ia juga menilai bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan misi sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang cerdas, kritis, dan beretika.

Meskipun pelatihan hanya berlangsung dua hari, Dr. Hj. Sri Wahyuni berharap akan ada sinergi berkelanjutan dengan media mitra dalam bentuk pendampingan rutin dan pembinaan redaksi sekolah.

 

“Kami ingin pelajar tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, dan objektivitas dalam setiap berita yang mereka hasilkan,” tuturnya.

 

Ketua SMSI Lombok Timur, Hanapi, S.Pd., M.Si., seperti dikutip dari mediasuaranurani.com, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kepala KCD Dikbud Lombok Timur serta dukungan dari insan pers yang terlibat dalam program ini.

 

“Kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan jurnalis muda yang profesional dan bermental tangguh sebagai garda terdepan melawan hoaks,” tegas Hanapi.

 

Ia menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan dan media bukan sekadar program pelengkap, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya literasi di kalangan generasi muda.

 

“Kolaborasi ini adalah pintu menuju dunia kata, fakta, dan suara. Goresan pena mereka kelak bukan hanya bacaan, melainkan benteng penegak pilar demokrasi dan penjaga makna dalam setiap kata,” pungkasnya.

 

(V3)