SABET 2 GELAR POPDA LOMBOK TIMUR 2026, INTAN NAYSILA MANTAP FOKUS DI ATLETIK

SMA Negeri 1 Selong – Selong --- Siswi kelas X SMA Negeri 1 Selong, Intan Naysila Andisa Winanta, berhasil meraih dua gelar pada cabang olahraga atletik dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lombok Timur 2026.

 

Dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Lalu Muslihin Selong pada akhir September 2026, Intan meraih Juara 1 nomor Lompat Jauh Putri dan Juara 3 nomor Lari 100 Meter Putri.

 

Prestasi tersebut diraih setelah Intan sempat berhenti berlatih atletik selama beberapa waktu karena berfokus pada olahraga bola basket. Kembalinya Intan ke lintasan atletik menjadi bagian menarik dari perjalanan hingga ia berhasil meraih dua gelar tersebut.

 

Keterikatan Intan dengan dunia atletik sebenarnya bukanlah cerita baru. Rekam jejaknya telah terbangun sejak ia masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Kala itu, Intan terpilih untuk mewakili sekolahnya dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)—yang dahulu dikenal sebagai KOSN—tingkat kabupaten.

 

Momen keberhasilan di tingkat SD tersebut menjadi titik awal terbukanya minat Intan pada cabang olahraga terukur ini. Untuk mengasah bakat alamimya, ia kemudian memutuskan bergabung dengan klub Athletic Sprint Academy (ASA) Cabang Lombok Timur.

 

Memasuki jenjang SMP, pembinaan bakatnya semakin intensif. Kepercayaan yang diberikan oleh guru dan pelatihnya di SMP untuk rutin mengikutkannya dalam berbagai ajang kejuaraan membuat rasa cintanya pada trek lari dan bak lompat jauh semakin berkembang.

 

"Awal saya jatuh cinta dengan dunia lari dan lompat jauh adalah karena sering diikutkan lomba oleh guru saya semasa SMP. Momen-momen berkompetisi itu membuat saya merasa seru dan selalu antusias setiap kali turun di perlombaan," kenang Intan.

 

Namun, perjalanan karier olahraga Intan tidak berjalan lurus begitu saja. Dinamika menarik terjadi ketika ia menempuh pendidikan di SMP. Kebutuhan tim sekolah akan sosok pemain bola basket mendorongnya mencoba cabang olahraga lain di luar arena atletik.

 

Tak sekadar menjadi pemain pelengkap, Intan bahkan dipercaya mengemban tanggung jawab besar sebagai kapten tim basket sekolahnya. Saat itu, Intan harus mengesampingkan latihan atletik untuk sementara karena fokus menjalankan perannya sebagai kapten tim basket sekolah dan mengikuti sejumlah kejuaraan.

 

"Saya memilih basket saat itu karena tim basket di SMP saya sedang sangat membutuhkan pemain, dan kala itu ada banyak kejuaraan yang harus diikuti. Karena ditunjuk menjadi kapten tim, saya harus mengesampingkan hal lain dan fokus penuh pada olahraga basket," jelasnya.

 

Intan kembali menekuni atletik saat mulai bersekolah di SMA Negeri 1 Selong. Meski sebelumnya aktif bermain bola basket, ia menyadari bahwa dirinya masih memiliki potensi yang ingin dikembangkan di cabang olahraga atletik.

 

Ia tidak ingin menyia-nyiakan bakat dan pengalaman berprestasi yang telah dibangunnya sejak kecil.

 

"Alasan utama saya kembali adalah karena teringat pada potensi diri di atletik. Sebab pada masa SMP, saya merasa sudah cukup banyak meraih prestasi di cabang lari. Saya membatin bahwa saya tidak boleh membuang potensi ini begitu saja. Dari situ saya bulatkan tekad untuk kembali berlatih dan fokus ke atletik," tegas Intan.

 

Proses comeback ke arena perlombaan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Masa vakum yang sempat dilaluinya menyisakan rasa cemas, ragu, dan demam panggung ketika harus kembali berlaga di GOR Lalu Muslihin Selong.

 

Apalagi, ajang POPDA 2026 merupakan panggung kompetisi resmi pertamanya setelah sekian lama tidak menginjakkan kaki di papan tumpuan lompat jauh maupun garis start lari sprint.

 

"Rasa ragu dan grogi itu sangat ada, bahkan sempat membuat saya kurang percaya diri karena sadar baru saja kembali ke dunia atletik," akunya jujur.

 

Beruntung, Intan dikelilingi oleh support system yang sangat solid. Pihak sekolah, guru pendamping, hingga tim pelatih SMA Negeri 1 Selong secara konsisten memberikan penguatan mental dan porsi latihan terukur menjelang hari pertandingan. Dukungan moral dari orang tua dan rekan-rekan sebayanya membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.

 

"Ibu dan bapak guru pendamping selalu menyemangati dan meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa. Latihan rutin yang saya jalani sebelum event POPDA ini juga perlahan-lahan mengembalikan kepercayaan diri saya di lapangan," tambahnya.

 

Kerja keras dan keberanian Intan untuk kembali membuahkan hasil. Menyabet medali emas di nomor Lompat Jauh Putri dan medali perunggu di nomor Lari 100 Meter Putri menjadi pencapaian yang bahkan melampaui ekspektasi pribadinya.

 

"Sangat senang, karena jujur saya tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi pada event POPDA tahun ini mengingat status saya yang baru kembali. Alhamdulillah, ternyata Allah memberikan jalan hingga saya bisa menyumbangkan juara," tuturnya penuh rasa syukur.

 

Atas pencapaian ini, Intan tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mempercayai dan mendampingi proses panjangnya.

 

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak sekolah SMA Negeri 1 Selong karena telah memberikan saya kesempatan untuk berlaga di POPDA. Terima kasih yang tak terhingga juga untuk bapak dan ibu guru pelatih yang telah melatih saya dengan sabar selama ini. Berkat bimbingan kalian, saya bisa berada di posisi sekarang," kata Intan.

 

Keberhasilan di POPDA Kabupaten Lombok Timur 2026 kini kian memantapkan langkah dan arah karier olahraga Intan Naysila. Pengalaman berpindah-pindah cabang olahraga kini disimpulkannya sebagai pelajaran berharga yang makin mengukuhkan komitmennya.

 

Intan bertekad terus mengembangkan kemampuannya untuk mengukir prestasi-prestasi baru di lintasan atletik.

 

"Saat ini saya sudah memantapkan diri untuk tetap fokus sepenuhnya di dunia atletik. Saya tidak akan mengikuti cabang olahraga atau hobi lain terlebih dahulu agar bisa mengembangkan potensi ini secara maksimal," pungkas Intan optimis.

 (V3)