Rizkon Mubarraq Wakili NTB di Tingkat Nasional Mandiri 3x3 Sirkuit Nasional 2025

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Mandiri 3x3 Sirkuit Nasional 2025 kembali menjadi panggung penting bagi para atlet muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ajang yang digagas DPP PERBASI bersama Bank Mandiri tersebut tahun ini menyapa Pulau Lombok sebagai tuan rumah seri kelima. Kompetisi yang mempertemukan kelompok umur KU16 dan KU18 putra-putri ini berlangsung pada 14–16 November 2025 di GOR 17 Desember Turide, Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Kegiatan berskala nasional ini tidak hanya menjadi arena pembinaan atlet usia muda, tetapi juga sarana penjaringan talenta potensial menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Setelah sebelumnya digelar di empat kota besar—Batam, Semarang, Palembang, dan Singkawang—kehadiran seri Lombok menjadi momentum penting bagi NTB dalam mempersiapkan atlet-atlet menuju PON 2028.

 

Di antara para peserta yang berlaga, terdapat Rizkon Mubarraq, siswa kelas XI-04 SMA Negeri 1 Selong, yang tampil mewakili NTB di kategori Kelompok Umur 16. Tergabung dalam Klub NTB Thunder, Rizkon berhasil menjadi Runner Up setelah bertarung sengit di final melawan Warriors Jakarta.

 

Rizkon, yang lahir di Lenek pada 17 April 2009 dan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Marjan dan Husnawati asal Desa Rempung, Kecamatan Peringgasela, telah menunjukkan ketertarikannya pada bola basket sejak duduk di bangku SMP. “Saya menyukai basket sejak kelas 7 SMP dan langsung menekuninya,” ungkapnya.

 

Mewakili NTB di ajang nasional menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Rizkon. Ia mengaku bangga bisa membawa nama daerah sekaligus sekolahnya. “Saya sangat senang karena diberi kesempatan mewakili NTB dan sekolah saya dari Lombok Timur,” ujarnya.

 

Namun perjalanannya tidak mudah. Rizkon mengakui bahwa tantangan terbesar hadir saat berhadapan dengan Warriors Jakarta di partai final. “Tantangan terberat saya ketika melawan Warriors Jakarta di final,” tuturnya. Sebelumnya, NTB Thunder sempat mengalahkan Warriors di fase grup dengan skor tipis 13–12. Namun pada laga penentuan, Warriors menampilkan permainan yang lebih rapi dan mampu membaca pola permainan NTB Thunder. “Kami memberikan perlawanan yang ketat, tetapi pada dua menit terakhir kami mulai kesulitan menjaga permainannya, dan akhirnya kalah 10–17,” jelas Rizkon.

 

Dalam perjalanan kariernya, Rizkon tidak lupa pada sosok penting yang telah membentuk dasar permainannya. Ia menaruh apresiasi khusus kepada pelatih pertamanya semasa SMP. “Pelatih yang paling berpengaruh adalah Coach Ferdinand yang terus membimbing hingga sekarang,” katanya.

 

Dukungan keluarga juga menjadi pilar utama dalam perjalanannya sebagai atlet muda. “Dukungan orang tua selalu ada selama yang saya lakukan adalah hal positif,” ungkapnya.

 

Raihan Runner Up di seri Lombok justru semakin membakar motivasinya untuk meraih prestasi lebih tinggi. Apalagi ini merupakan pengalaman pertamanya bertanding di ajang nasional. “Tentu ini sangat memotivasi karena ini pertandingan pertama saya di level nasional,” ujar Rizkon dengan semangat.

 

Ke depan, ia memasang target yang jelas. Dalam waktu dekat, ia bertekad meraih gelar juara pada seri berikutnya di Jakarta dan berharap dapat mencapai final pada babak Grand Final Mandiri 3x3 Sirkuit Nasional 2025. “Harapan saya ketika bertanding di Jakarta nanti, saya bisa lolos ke final,” ucapnya.

 

Untuk target jangka panjang, Rizkon bercita-cita memperkuat NTB di PON 2028 serta menembus Tim Nasional Indonesia. “Target saya ingin mencapai PON 2028 dan tim nasional Indonesia,” tegasnya.

 

Meski aktif sebagai atlet, Rizkon tetap berusaha menjaga keseimbangan antara sekolah dan latihan. Ia menjalani rutinitas padat: berlatih hingga magrib, lalu belajar atau mengerjakan tugas pada malam hari, bahkan meluangkan waktu belajar pada subuh. “Begitulah cara saya menyeimbangkan waktu sekolah dan olahraga,” tuturnya.

 

Ketika diminta pesan untuk teman-teman seusianya, ia menekankan pentingnya kerja keras dan semangat pantang menyerah. “Selalu semangat meraih mimpi, karena tidak ada yang tidak bisa dicapai selama diperjuangkan,” pesannya.

 

Bagi Rizkon, hal paling membanggakan sejauh ini adalah kesempatan mewakili sekolah dan kabupaten sebagai bagian dari skuad NTB. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, dukungan keluarga, dan bimbingan pelatih dapat mengantarkan atlet muda ke panggung yang lebih besar.

 

Setelah seri Lombok, seluruh juara dan runner-up dari berbagai kota akan melaju menuju Grand Final. Lokasi dan waktu pelaksanaannya masih menunggu pengumuman resmi dari DPP PERBASI. Bagi Rizkon Mubarraq, perjalanan menuju puncak baru saja dimulai—dan mimpinya untuk menjadi kebanggaan NTB kian mendekati kenyataan.

 

 (V3)