PT PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN SELONG GELAR SOSIALISASI KELISTRIKAN DI SMA NEGERI 1 SELONG

SMA Negeri 1 SelongSelong --- PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Selong menggelar kegiatan sosialisasi di SMA Negeri 1 Selong pada Jumat, 11 September 2026. Bertempat di Laboratorium Fisika sekolah tersebut, kegiatan yang mengusung tema keselamatan ketenagalistrikan dan pengenalan aplikasi PLN Mobile ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi yang telah dipilih untuk hadir. Suasana sejak awal terasa hangat dan akrab, jauh dari kesan seremonial yang kaku, berkat gaya penyampaian tim PLN yang komunikatif dan sesekali diselingi candaan ringan bersama peserta.

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pembina OSIS SMA Negeri 1 Selong, M. Anugrah Afriyantara, S.Pd., yang hadir mewakili kepala sekolah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap para siswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan untuk kemudian diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

 

Sesi sosialisasi kemudian dibuka dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih langsung masuk ke materi, perwakilan PLN Selong, Ahsanul Fikri lebih dulu melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan kepada para siswa, seperti kebiasaan mencari ponsel begitu bangun tidur hingga rasa panik saat listrik tiba-tiba padam. Pendekatan ini berhasil mencairkan suasana sekaligus menggugah kesadaran peserta akan betapa besarnya ketergantungan kehidupan sehari-hari terhadap pasokan listrik.

 

Memasuki sesi inti, materi keselamatan ketenagalistrikan atau K3 disampaikan oleh Guruh Dwiky Prasetyo, Tim Leader K3 dan Lingkungan PLN Selong. Ia menjelaskan secara runtut perjalanan listrik mulai dari pembangkit, proses transmisi melalui saluran udara tegangan tinggi, hingga jaringan distribusi yang akhirnya sampai ke rumah-rumah warga. Ia juga memaparkan berbagai jenis pembangkit listrik yang ada di Indonesia, mulai dari tenaga air, uap, gas, hingga tenaga surya, serta menyinggung pembangkit listrik tenaga nuklir yang hingga kini belum diterapkan di Indonesia karena berbagai pertimbangan keamanan.

 

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam sesi ini adalah batas tanggung jawab antara PLN dan pelanggan. Dwiky menjelaskan bahwa kWh meter menjadi titik akhir tanggung jawab PLN, sementara seluruh instalasi listrik di dalam rumah menjadi tanggung jawab pemilik rumah atau pelanggan. Ia mengimbau siswa untuk tidak ragu melaporkan kepada PLN apabila menemukan kerusakan pada meteran atau kabel di luar rumah, karena penanganannya tidak dipungut biaya.

 

Tidak hanya itu, berbagai potensi bahaya kelistrikan di lingkungan sekitar turut diulas secara mendalam. Pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik disebut sebagai salah satu penyebab gangguan yang paling sering terjadi, disusul oleh layang-layang yang tersangkut kabel, kebiasaan menumpuk stop kontak yang berisiko menimbulkan korsleting, hingga bangunan bertingkat yang dibangun berdekatan dengan jaringan tegangan menengah. Dwiki turut menampilkan sejumlah dokumentasi kejadian nyata sebagai bahan pembelajaran, termasuk kasus kecelakaan kerja yang dialami pekerja bangunan akibat kelalaian menjaga jarak aman dari jaringan listrik.

 

Isu pencurian listrik turut menjadi perhatian dalam sesi ini. Dwiki menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan kelistrikan, tetapi juga telah difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia berharap informasi ini dapat disampaikan siswa kepada keluarga maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

 

Sebagai penutup materi, disampaikan sejumlah tips penggunaan listrik yang aman, di antaranya menggunakan peralatan berstandar SNI atau LMK, memilih kabel berisolasi dan berbahan tembaga, tidak menumpuk penggunaan stop kontak secara berlebihan, serta segera melaporkan setiap gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile.

 

Materi kedua mengenai aplikasi PLN Mobile disampaikan oleh Shyntia Febriliany Latuan dari bagian Pelayanan Pelanggan Unit Bisnis PLN UB3 Selaparang. Ia mengajak para siswa untuk langsung mengunduh aplikasi PLN Mobile melalui App Store maupun Play Store, dan memberikan hadiah kecil bagi siswa yang bersedia mencoba mengunduhnya di tempat.

 

Dalam paparannya, Shyntia menjelaskan sejumlah fitur unggulan PLN Mobile yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kelistrikan. Fitur tersebut di antaranya pembelian token listrik, pelaporan gangguan seperti pemadaman atau kebakaran, pencatatan meter mandiri bagi pelanggan pascabayar, informasi status stimulus pelanggan, permohonan pasang baru, hingga simulasi biaya penambahan daya. Ia mencontohkan, pelanggan dengan daya 900 VA yang kerap mengalami gangguan akibat pemakaian alat elektronik secara bersamaan dapat mengajukan penambahan daya menjadi 1.300 VA melalui aplikasi tersebut, lengkap dengan simulasi biayanya.

 

Shyntia juga menyoroti fitur pelacakan status pengaduan yang memungkinkan pelanggan memantau progres penanganan laporan secara langsung, layaknya melacak pesanan belanja daring. Selain itu, ia menjelaskan bahwa transaksi pembayaran melalui PLN Mobile kini dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari virtual account hingga dompet digital seperti ShopeePay dan GoPay, serta dilengkapi fitur riwayat transaksi untuk memudahkan pelanggan memantau pembelian listrik setiap bulannya.

 

Suasana sosialisasi semakin semarak menjelang akhir acara. Panitia dari PLN Selong menyiapkan sesi kuis interaktif dengan melontarkan sejumlah pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat jelas saat berebut menjawab dengan cepat dan tepat. Sebagai bentuk apresiasi, PLN Selong turut menyiapkan hadiah menarik bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, sehingga kegiatan edukatif ini berlangsung meriah dan meninggalkan kesan bagi para peserta.

 

Melalui kegiatan ini, PLN Selong berharap generasi muda dapat lebih memahami pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik serta memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana layanan kelistrikan yang praktis dan efisien, sekaligus menjadi agen penyebar informasi kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.

 (V3)