Peringatan Nuzulul Qur’an di SMAN 1 Selong Ajak Siswa Mengenal Al-Qur’an Lebih Dekat
SMA Negeri 1 Selong – Selong --- “Kemuliaan
itu hanya bisa dicapai dengan ilmu.” Kalimat tersebut menjadi salah satu
pesan kuat yang disampaikan oleh Tuan Guru H. Abdul Basith Azazi, Lc., M.E.,
dalam ceramahnya pada peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan SMA Negeri
1 Selong, Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang digelar sebagai momen pengajian bersama
dalam rangka memperingati turunnya Al-Qur’an ini diikuti oleh seluruh
siswa-siswi, para guru, serta tenaga administrasi SMA Negeri 1 Selong.
Kepala SMA Negeri 1 Selong, Dr. Hj. Sri Wahyuni,
dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran
semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, terutama kepada
Tuan Guru H. Abdul Basith Azazi yang berkenan memenuhi undangan sekolah.
“Kehadiran kita semua hari ini, khususnya Bapak
Tuan Guru, tentu membawa makna dan keberkahan. Semoga Allah mencatat kehadiran
kita sebagai bagian dari ibadah yang diniatkan oleh anak-anak sekalian,”
ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni
diselenggarakan untuk memperingati Nuzulul Qur’an dan memberikan kesempatan
kepada para siswa untuk mengikuti pengajian dengan lebih khusyuk.
“Perlu diketahui bahwa hari ini tidak ada
pembelajaran di kelas. Anak-anak hadir memang khusus untuk mengikuti kegiatan
pengajian ini,” tambahnya.
Dalam ceramahnya, Tuan Guru H. Abdul Basith Azazi
mengawali tausiyah dengan menjelaskan makna Ramadhan sebagai bulan istimewa
karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia mengutip ayat “Syahru Ramadhan alladzi unzila
fihil Qur’an hudan linnas” yang berarti bahwa bulan Ramadhan adalah bulan
diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Menurutnya, keistimewaan Ramadhan dibandingkan
bulan-bulan lainnya terletak pada peristiwa turunnya Al-Qur’an yang menjadi
pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
“Al-Qur’an diturunkan sekitar 14 abad yang lalu,
tetapi nilai-nilai dan prinsip yang ada di dalamnya masih sangat relevan dengan
kehidupan kita saat ini,” jelasnya di hadapan para siswa.
Ia menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an memang memiliki
keutamaan dan pahala yang besar, namun yang lebih penting adalah memahami dan
mengkaji isi kandungannya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah membaca Al-Qur’an, yang paling utama
adalah mengkajinya. Karena di dalamnya terdapat prinsip-prinsip kehidupan yang
sangat luar biasa dan tidak akan pernah sia-sia untuk kita jadikan bekal menjalani
hidup,” ungkapnya.
Dalam ceramah tersebut, ia juga memaparkan beberapa
prinsip kehidupan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah tentang
kemuliaan manusia di sisi Allah yang ditentukan oleh ketakwaannya.
Ia mengutip ayat “Inna akromakum indallahi
atqokum” yang berarti bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah
orang yang paling bertakwa.
Menurut penjelasan para ulama, ketakwaan berkaitan
erat dengan ilmu. Oleh karena itu, seseorang tidak mungkin mencapai derajat
ketakwaan tanpa memiliki ilmu pengetahuan.
“Premisnya jelas: kemuliaan diraih dengan taqwa,
taqwa diraih dengan ilmu. Maka kesimpulannya, kemuliaan itu dicapai dengan
ilmu,” jelasnya sambil mengutip penjelasan ulama besar Imam Fakhruddin
ar-Razi.
Ia pun mengingatkan para siswa agar tidak ragu memiliki
cita-cita tinggi dan terus menuntut ilmu untuk meraihnya.
“Kalau memiliki cita-cita, jangan malu untuk
mengucapkannya. Mintalah kepada Allah yang paling tinggi, sebagaimana Nabi
mengajarkan kepada sahabatnya untuk meminta surga Firdaus,” pesannya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah
memberikan pedoman tentang kriteria seseorang yang layak dipercaya untuk
mengemban amanah atau pekerjaan.
Menurutnya, Al-Qur’an menyebutkan dua sifat utama
yang harus dimiliki seseorang, yaitu qawiyy dan amin.
Qawiyy berarti memiliki kemampuan, kekuatan, atau
kompetensi, sedangkan amin berarti jujur dan dapat dipercaya.
“Jika seseorang memiliki kemampuan sekaligus
kejujuran, maka insyaallah tidak akan ada orang yang ragu untuk mempercayakan
amanah kepadanya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan
pentingnya menjadi pribadi yang produktif namun tetap rendah hati sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Furqan.
Ayat tersebut menggambarkan bahwa hamba-hamba Allah
yang sejati adalah mereka yang berjalan di bumi dengan penuh kerendahan hati
dan tidak terpancing oleh perkataan yang merendahkan.
“Kalau ada orang yang merendahkan kita, cukup
katakan salam. Artinya kita membalas dengan kata-kata yang baik, atau cukup
mengucapkan salam lalu meninggalkan orang tersebut,” jelasnya.
Di akhir ceramahnya, Tuan Guru Abdul Basith Azazi
kembali mengingatkan para siswa tentang pentingnya memanfaatkan masa muda untuk
menuntut ilmu.
Menurutnya, salah satu penyesalan terbesar seseorang
di masa depan adalah ketika menyadari bahwa waktu untuk belajar di masa muda
tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Semakin dalam kita belajar, semakin kita
menyadari bahwa ilmu kita masih sangat sedikit. Karena itu gunakan masa muda
untuk belajar sebanyak mungkin,” pesannya.
Melalui kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut,
diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Selong dapat semakin mencintai Al-Qur’an,
tidak hanya dengan membacanya tetapi juga dengan mempelajari dan mengamalkan
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
(V3)