Mengintip Sebaran Alumni SMA Negeri 1 Selong Angkatan 2025/2026 Melalui Hasil Tracer Study

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Aura kebahagiaan dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 1 Selong. Memasuki babak baru pasca-kelulusan, sekolah secara resmi merilis data tracer study untuk menjajaki jejak langkah 464 siswa hebat yang lulus pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Angkatan tahun ini menorehkan catatan manis dengan berhasil menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit serta Politeknik Kesehatan (Poltekkes) yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Melalui peta sebaran ini, terlihat jelas kualitas dan keberagaman minat akademik siswa-siswi SMA Negeri 1 Selong, mulai dari kedokteran, teknik, seni, hingga ilmu sosial. Di samping mereka yang melanjutkan studi ke jenjang kuliah melalui jalur SNBP, SNBT, Mandiri, dan Tes, beberapa lulusan juga bersiap menghadapi ketatnya seleksi sekolah kedinasan, mengasah keahlian lewat kursus, bahkan ada yang memilih untuk langsung mendedikasikan diri di dunia kerja.

 

Awal keberhasilan ini dibuka oleh jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang sukses meloloskan 26 siswa terbaik tanpa tes. Di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut Pasha Maulana Akbar di jurusan Teknologi Rekayasa Elektro dan Aliefia Nutfatin Rizqa di jurusan Peternakan, sementara Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menerima Adzraa Naziihah di program studi Kesehatan Gigi. Bergeser ke Jawa Timur, Universitas Negeri Malang (UM) menjadi rumah baru bagi lima siswa, yaitu Cahaya Agung Firdaus (Pendidikan Seni Rupa), Rena Yunia Adzana (Manajemen), Liana Qurratu Ain (Kimia Murni), Siti Hanifaturrizqia (Pendidikan Khusus), dan Nashwa Aqila Ramdhani (Ilmu Perpustakaan), berdampingan dengan Ainaya Laila Syahria yang sukses melaju ke S1 Kimia di Universitas Jember (Unej). Sementara itu, Universitas Mataram (Unram) menjadi pusat pelabuhan terbesar di jalur ini dengan menerima 15 siswa, yakni Daffa Alifabyan yang menembus Kedokteran/Pendidikan Dokter, Aufa Ulya Maghfiroh (PGSD), Cinta Tiana Purnama (Sosiologi), serta Embun Citra Lestari dan Faris Pasha Suganwar yang kompak memilih Ilmu Hukum. Unram juga menerima tiga mahasiswa baru di Teknik Sipil atas nama Naely Julianti, Muhammad Izzul Hasani, dan Rahmat Yasa Rizkulloh. Disusul oleh Tara Nurwitasari (Ilmu Komunikasi), Basmah Siti Nurhidayah (Ilmu dan Teknologi Pangan), Nufaila Hadyana R (Pendidikan Matematika), Syifa Azkiya Zahra (Kehutanan), Muh. Abiantara Surya Mukti (Agribisnis), Alya Hamidah (Teknik Elektro), serta Fauzia Islami (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Menutup jalur prestasi ini, Poltekkes Kemenkes Mataram turut menerima dua siswa di jurusan Keperawatan, yaitu Miratul Awalia dan Sasilia Maulida.

 

Gelombang kelulusan semakin membesar ketika hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) diumumkan, di mana sebanyak 86 siswa SMA Negeri 1 Selong dinyatakan lolos berkat perjuangan berbasis ujian tertulis. Jalur ini mengantarkan para alumni melanglang buana ke berbagai universitas top. Di bagian barat Jawa, Maudy Priantika Putri berhasil menembus Arkeologi Universitas Indonesia (UI) dan Dylla Shafira Fatimatuzzahra diterima di Akuntansi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di Jawa Tengah, Julung Suryo Cokro sukses di jurusan Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Apriansyah di Administrasi Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), serta Muh. Faqih Ash Shidiq yang siap mengembangkan bakatnya di Pendidikan Musik ISI Yogyakarta. Menyeberang ke Jawa Timur, Universitas Airlangga (Unair) menerima Elga Febrianti (Fisioterapi) dan Yunita Aerina Ristanty (Teknologi Kesehatan Gigi), sedangkan Universitas Brawijaya (UB) menyambut duo Ilmu Gizi, Arini Nisaa Hana Fakhirah dan Syoroyyal Quddus Maliha. Di Pulau Dewata, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) meloloskan Putu Danisa Puspita Janasw (D3 Kebidanan) dan Falendra Pratama (Manajemen). Lompatan jauh ke Pulau Sulawesi juga diraih oleh Baiq Athaya Azzahrah Rahman yang sukses menembus S1 Kedokteran Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Ayu Sovia Wardani di Sastra Arab Universitas Hasanuddin (Unhas). Kembali ke daerah asal, UIN Mataram menerima tiga siswa, yaitu M. Zihan Kholidi (Teknologi Informasi) serta Muhammad Rizky Kurniawa dan Khairunnisa Nur Adiati yang sama-sama mengambil Hukum Bisnis.

 

Universitas Mataram (Unram) lagi-lagi menjadi tujuan utama pada jalur SNBT ini dengan menyerap total 76 siswa. Di sektor kesehatan dan sains, program studi Pendidikan Dokter Unram menyambut empat alumni sekaligus, yaitu Nila Safira, Truly Rahma Febryandevi, Nadyne Adila Cantika, dan Fadila Azizah, disusul oleh Baiq Reza Wilyani Putri dan Baiq Nana Erna Lestari di jurusan Farmasi, serta Hana Pavia Nur'atmi di Ilmu Kimia. Bidang teknik juga dipenuhi siswa SMA Negeri 1 Selong, mulai dari Teknik Elektro yang diisi oleh Afifatun Nisa, M. Reza Rahman, Rizki Fariansyah Mauludi, Nurul Istiqomah, dan Muh Ikhsan Sawaludin; Teknik Sipil oleh Rizkia Nurlina Azizah, M Rafi Rizqiyan, dan Muhammad Kukuh Satria M; Teknik Informatika oleh Sania Febriani Nabila dan Baiq Habbatul Maulida; hingga Teknik Mesin oleh Muhammad Restu Andika Nug dan Iqbal Adinugraha. Sektor ekonomi dan sosial Unram turut meloloskan Anggun Ismudia Frinawati, Afifah Aulia Sani, Aulia Sujiati Zahra, dan Yuliadi di Ilmu Hukum; Zian Isnani Fariza (Akuntansi); Dwi Enda Khumairo, Baiq Yanayir Zahratus Syita, dan Firman Asgar (Manajemen); Soraya Hani Sopia (Ilmu Komunikasi); Meilan Rizkiani Putri dan Muh.Faiz Al-Ghifary (Hubungan Internasional); Apriadi Kurniawan (Sosiologi); M.Ali Gufron dan Muhammad Fariel Hasbi (D3 Pariwisata); serta Dimas Surya Akbar dan Baiq Farisa Kamilia Syakira (D3 Perpajakan). Sektor ini kian lengkap dengan delapan siswa di Ekonomi Pembangunan, yaitu Shafira Purnamasari, Cahya Armania Sahdi, Inaya Latifa, Siti Naila Alya Rohmatin, Muhammad Gibral Ubaid, Zelin Sani, Siti Allysa Maharani Putri, dan Nezya Aurelda Juniarti. Tak ketinggalan, sektor pertanian, pangan, dan alam Unram menerima Syafna Zaskiya dan Bq Luthfia Aminatul Fitri (Ilmu dan Teknologi Pangan); Dini Allifia Sya'bani dan Rezzik Altanzil (Keteknikan Pertanian); Yunita Khaira Sakila (Kehutanan); Nabila Paradila, Nuri Maulida Apriani, dan Muhammad Rony Rifaldi (Peternakan); M.Riski Rahmadi dan Muhammad Khalid Al Kautsar (Agroekoteknologi); Aldi Sahputra (Ilmu Kelautan); serta Risna Tazkiya Yazida, Siti Aroyan Nurfirdausi, Harmi Desti Ayuni, Rahmat Fadil Hadiansyah, dan Muliadi di jurusan Agribisnis. Empat siswa juga diterima di rumpun ilmu murni Pertanian, yaitu Ulfi Nur Annisa, Dg Salwa Aira Mufidha, Sopyani Irsyadah, dan Miftahul Yusri. Untuk rumpun pendidikan dan sains lainnya diisi oleh Seftia Nur Romdhani, Ahmad Omar Baramessi Argento, Mikail Marcherano, Andreas Rizky Daffarel, Suroyya Munawwaroh, dan M Syauqi AusHAfa Alfarzi yang semuanya lulus di Pendidikan Bahasa Inggris; Emi Fathi Nur Islami, Nadifa Arin, dan Najwa Lu'lu' Khairunnisa di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Lalu Arif Rahman Maulana dan Siti Nurmayanti Aulia Solih di Fisika; Siti Nur Aina Ul Mardiyah (PGSD); serta Ayu Ghina Kasymiati di program S1 Umum.

 

Jalur Mandiri tidak kalah kompetitif dengan mengantarkan total 92 siswa menuju kampus impian mereka. Di jenjang universitas besar luar daerah, jalur ini meloloskan Risqi Aulani Putri (Psikologi) dan Hya'ul Nur Yuanita (Ekonomi Pembangunan) ke Universitas Indonesia (UI); M. Naufal Anwari (Teknik Geodesi) ke UGM; Anisa Indah Haulina (Kedokteran) ke Universitas Padjadjaran (Unpad); Mihsan Yamani (Psikologi) ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY); Ananda Putri Berlian (Kesehatan Masyarakat) ke Undip; serta Ziaratul Islami (Manajemen) ke Universitas Negeri Semarang (Unnes). Bergeser ke wilayah Surabaya dan sekitarnya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima tiga siswa, yaitu Vivi Najla Maulida Putri (Kebidanan), Annora Sasikirana (Fisioterapi), dan Lalu M. Zaki Eka Putra (Ilmu Administrasi Negara). Disusul oleh Muhammad Rafi Atmajaya Negara (Teknik Industri) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Yuli Wendi Saputra (Teknologi Kesehatan Gigi) di Unair, serta Findiauliyahutami (Keperawatan Anestesiologi) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Di Malang, UB menerima Afriana Safitri (Kedokteran Hewan) dan Violeta Almalika Mara (Teknik Sipil), sedangkan UM menerima Lalu Satri Prabawasita (Teknik Informatika) dan Gladis Sanatalia (S1 Pariwisata). Nama Angkasa One berhasil lolos di Kedokteran Gigi Unej, sementara di Bali, Universitas Udayana (Unud) menerima Kadek Pondra Sidemen Putra (Pertanian) dan Gina Aufa Rahman (Kedokteran Gigi). Pendidikan tinggi di dalam daerah juga diperkuat lewat kelulusan Nanda Anggun Juita Putri (Ekonomi Syariah) di UIN Mataram, M. Sabiyyan Hairi (Usaha Perjalanan Wisata) di Politeknik Pariwisata Lombok, serta Auli Nurasipia (Manajemen) di Universitas Terbuka (UT). Untuk bidang kesehatan di wilayah lokal, Poltekkes Kemenkes Mataram menjaring delapan orang via jalur mandiri ini, yaitu Okta Nur Rizki (Teknik Laboratorium Medis); Alika Ayyun Indiani dan Zapina Rahman (Gizi dan Dietetika); serta lima mahasiswa baru di jurusan Keperawatan atas nama Devrisa Putri Hastynli, Nasyra Qodratul Bani, Anis Salma Zarif, Cokorda Faiz Ramady, dan Dwi Jannaty Rohmi.

 

Sebagai penutup dominasi lokal di jalur Mandiri, 60 siswa SMA Negeri 1 Selong memilih Universitas Mataram (Unram). Pada rumpun kedokteran dan sains, Unram menerima Ayu Agustina, Siti Kholida Ulya Rahmani, dan Baiq Tasyaufi Latifatus Sir di Pendidikan Dokter; Dina Kholida, Bq Indah Nida Afifah, dan Azzahra Aisya di Farmasi; serta Nazwa Aulia (Matematika), Intan Azyan Farihana (Statistika), dan Nijma Saqib (Aktuaria). Bidang teknik Yuni Sukmawati Zahra (Teknik Sipil), Muhammad Guruh Maulana (Arsitektur), M. Zihan Kholidi dan Muhamad Riziq Mahardika (Teknik Informatika), serta tiga siswa di Teknik Elektro, yaitu Muhammad Alfay Abyan Arloncy, Giovan Daniswara Eriyawan, dan Thariq Muhammad. Pada ranah sosial, hukum, dan komunikasi, nama-nama yang lolos adalah Raden Roro Hazzna Azahra (Ilmu Hukum & Hubungan Internasional); M. Nudy Prasetya, Zildjiana Zalfa, Baiq Fadyra Alya Aura Najwa, Ratna Dewi Shabira, dan M. Wahyu Winadi Akbar di Ilmu Hukum; Muhamad Padhil Royyan, Alfin Yunipa Ilham, Afifah Sabrila Azzahra, dan Ahmad Zindan Habibie di Hubungan Internasional; Siti Soviatul Qubro dan Chiquitita Nouvillia Bunga Ariona di Ilmu Komunikasi; serta Filzah Zayanah (Sosiologi) dan Kurnia Aditia (Ilmu Hukum/Ilmu Tanah). Sektor ekonomi oleh Bariq Al Fathir Sanjaya, Nova Nuriyanti Sari, Baiq Shofiya Dalta Lena, Hani Aspiani, dan Muh Rafi Raditya Rahman di Akuntansi; Rasendriya Wiyasa Sanova, Nur Izzah Muyassarah Juhaini, dan Lukman Ahmad Ramdanu Raz di Manajemen; Muhammad Iqbal Maulana (Ilmu Hukum & Manajemen); M.Januar Azizi (Ekonomi Pembangunan); serta Rizki AldiAn (Ekonomi Pembangunan & Agribisnis). Untuk sektor lingkungan, pertanian, dan industri perkebunan, siswa yang lolos meliputi Muhammad Dimas Suwardana dan Sefira Maharani F (Ilmu & Teknologi Pangan); M. Saepul Akbar Almadani (Peternakan & Kehutanan); Aidiya Sofia Febriani (Akuntansi & Kehutanan); Robi Zauzi Malik, Moh Farhad Al Gadri, dan Mibra Ardani Pramana (Kehutanan); Baiq Hilwa Tamara (Peternakan); M. Ilham Nazri (Ilmu Tanah); M. Ilham Nazfi (Budidaya Perairan); Muh Rizalul Umami (Pertanian); M.Afifi Fauzi dan Bagas Gas (Agribisnis); serta Allea Rizki Azhari di PGSD. Di sisi lain, terdapat dua siswi, yaitu Berlyana Dieva Cahyani dan Jannadin Azzahra, yang saat data ini diturunkan statusnya masih berada dalam proses mendaftar. Data prodi ganda pada beberapa nama siswa di jalur mandiri ini mencakup seluruh opsi pendaftaran yang sedang diikuti, yang nantinya akan mengerucut setelah proses finalisasi administrasi selesai.

 

Terakhir, jalur mekanisme Tes secara mandiri ikut menyumbang kesuksesan bagi 20 siswa. Jalur ujian khusus ini mengantarkan Muhammad Nailul Aufar Khasri (Ilmu Politik dan Pemerintahan) serta Tsalsanisa Putri Irfani Wna (Bahasa dan Sastra Indonesia) menuju UGM Yogyakarta. Ada pula Rizky Khairus Sa Bani yang sukses menembus Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Maysan Nasywa Hadi di jurusan Akuntansi UNY, serta Maulani Keiza Elfarisa yang diterima pada prodi Sanitasi Lingkungan di Poltekkes Denpasar. Jalur tes ini juga menjadi berkah bagi 15 siswa yang berhasil menembus Poltekkes Kemenkes Mataram. Mereka terbagi ke dalam empat konsentrasi utama, yaitu Gizi dan Dietetika yang diisi oleh Baiq Reza Wilyani Putri, Wanda Gastiran Sasaki, Rizki Maulida Rahmatin, Halian Syarifa Zahra, dan Katrina Zahra Ayunda; prodi Keperawatan yang diisi oleh Rizkia Nurlina Azizah, Indah Putri Alya, Nafisa Hayatus Syfa, Aulia Ramadani, Ahmad Abiyyu Tsaqib, dan Sasilia Maulida; prodi Teknik Laboratorium Medis yang meloloskan Salsabila Rizki Asmayanti, Smi Rizka Haq, dan Safira Satia; serta Alifia Azharil Mufida Zani di prodi Kebidanan. Munculnya beberapa nama siswa dengan prodi ganda pada laporan penutupan ini merupakan bagian dari pemetaan data yang mencakup variasi kombinasi pilihan prodi yang diambil dalam proses pendaftaran tersebut.

 

Secara keseluruhan, rekapitulasi total jumlah keterpimaan siswa SMA Negeri 1 Selong di masing-masing universitas dari akumulasi seluruh jalur adalah sebagai berikut: Universitas Mataram (Unram): 151 keterpimaan (15 SNBP, 76 SNBT, 60 Mandiri), Poltekkes Kemenkes Mataram: 25 keterpimaan (2 SNBP, 8 Mandiri, 15 Tes), Universitas Negeri Malang (UM): 7 keterpimaan (5 SNBP, 2 Mandiri), Universitas Gadjah Mada (UGM): 5 keterpimaan (2 SNBP, 1 Mandiri, 2 Tes), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram: 4 keterpimaan (3 SNBT, 1 Mandiri), Universitas Brawijaya (UB): 4 keterpimaan (2 SNBT, 2 Mandiri), Universitas Indonesia (UI): 3 keterpimaan (1 SNBT, 2 Mandiri), Universitas Airlangga (Unair): 3 keterpimaan (2 SNBT, 1 Mandiri), Universitas Negeri Surabaya (Unesa): 3 keterpimaan (3 Mandiri), Universitas Jember (Unej): 2 keterpimaan (1 SNBP, 1 Mandiri), Universitas Diponegoro (Undip): 2 keterpimaan (1 SNBT, 1 Mandiri), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): 2 keterpimaan (1 Mandiri, 1 Tes), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha): 2 keterpimaan (2 SNBT), Universitas Udayana (Unud): 2 keterpimaan (2 Mandiri), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): 1 keterpimaan (1 SNBT), ISI Yogyakarta: 1 keterpimaan (1 SNBT), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed): 1 keterpimaan (1 SNBT), Universitas Negeri Makassar (UNM): 1 keterpimaan (1 SNBT), Universitas Hasanuddin (Unhas): 1 keterpimaan (1 SNBT), Universitas Padjadjaran (Unpad): 1 keterpimaan (1 Mandiri), Universitas Negeri Semarang (Unnes): 1 keterpimaan (1 Mandiri), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS): 1 keterpimaan (1 Mandiri), Universitas Sebelas Maret (UNS): 1 keterpimaan (1 Mandiri), Politeknik Pariwisata Lombok: 1 keterpimaan (1 Mandiri), Universitas Terbuka (UT): 1 keterpimaan (1 Mandiri), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta: 1 keterpimaan (1 Tes), Poltekkes Denpasar: 1 keterpimaan (1 Tes), Poltekkes Kemenkes Yogyakarta: 1 keterpimaan (1 SNBP)

 

Kepala Sekolah, Dr. Hj. Sri Wahyuni, mengucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi yang telah berhasil meraih gerbang perguruan tinggi impian. Beliau juga memberikan suntikan semangat mendalam bagi para lulusan yang saat ini masih berproses menghadapi ujian seleksi susulan, mendaftar ke sekolah kedinasan, mempersiapkan kursus keahlian, ataupun bersiap memasuki dunia kerja. "Jangan pernah berkecil hati bagi anak-anakku yang saat ini masih terus berjuang demi cita-citanya. Setiap jalan perjuangan memiliki garis finisnya masing-masing, dan semangat pantang menyerah kalian adalah cerminan sejati dari karakter tangguh alumni SMA Negeri 1 Selong. Almamater tercinta akan selalu mendukung, mendoakan, dan menanti kabar sukses dari setiap jengkal langkah kalian di masa depan," pungkasnya hangat.

 (V3)