Indrakila SMA Negeri 1 Selong Kembali Raih Juara Tingkat Nasional TANOS 2025 Lewat Lagu “MIE”

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Ekskul Musik SMA Negeri 1 Selong kembali mengukir prestasi nasional di bidang seni dan kreativitas siswa. Grup musik Indrakila berhasil meraih penghargaan Karya Lagu dan Aransemen Terbaik pada ajang Tantangan Inovasi Siswa (TANOS) 2025 melalui karya berjudul “MIE (Menuju Indonesia Emas)”. Pengumuman resmi disampaikan pada Sabtu, 15 November 2025, melalui kanal YouTube Direktorat SMA.

 

Prestasi ini sekaligus menegaskan capaian luar biasa SMA Negeri 1 Selong yang pada tahun 2024 juga sukses menjadi juara dalam kategori Cipta Lagu & Musik TANOS. Saat itu, tiga siswa—Ahmad Syauqi Juniar Saputra, Baiq Rindang Damara, dan Khalisha Wahyu Fatina—yang tergabung dalam grup De Nusa meraih juara lewat lagu “Nusantara Tanah Budaya.” Tahun ini, ketiganya kembali tampil dengan formasi baru di bawah nama Indrakila, bersama dua personel tambahan yaitu Bagus Arifandy dan Muhammad Fathul Aziz. Kelima siswa inilah yang menjadi kekuatan utama di balik lahirnya lagu “MIE”, sebuah karya yang menggabungkan harmoni musik modern dengan pesan optimisme generasi muda.

 

Dengan formasi yang lebih lengkap, Indrakila menghadirkan warna musikal yang lebih beragam, matang, dan kaya eksplorasi. Perbedaan latar karakter musikal tiap personel justru menambah kedalaman dalam proses kreatif mereka.

 

Dalam wawancara setelah pengumuman juara, para personel Indrakila menggambarkan proses penciptaan lagu sebagai perjalanan yang penuh diskusi dan eksplorasi. Mereka memulai dengan membahas visi besar Indonesia Emas 2045, lalu mencari kata kunci yang mudah diterjemahkan menjadi karya yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini. “Kami ingin membuat lagu yang sederhana, mudah diingat, tetapi punya makna dalam,” ujar Baiq Rindang Damara (Vokal). “Judul ‘MIE’ itu kami pilih karena gampang melekat di telinga, namun sebenarnya membawa pesan besar: Menuju Indonesia Emas.”

 

Dalam proses penggarapan musik, peran Ahmad Syauqi Juniar Saputra sangat krusial. Ia bertanggung jawab menyusun aransemen dan melakukan mixing hingga lagu memiliki karakter yang kuat dan terdengar dinamis. “Kami pilih genre pop modern dengan sedikit sentuhan etnik,” jelas Syauqi. “Kami ingin lagunya tetap kekinian, tapi tetap punya identitas Indonesia. Proses mixing kami lakukan berkali-kali sampai energinya pas, terutama pada bagian akhir yang harus terasa optimis dan membangkitkan semangat.”

 

Meski prosesnya penuh tantangan, terutama dalam menyatukan selera dan ide dari lima orang yang berbeda, kekompakan yang terbangun sejak tahun sebelumnya membuat proses tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan. “Rasanya menyenangkan bekerja di tim yang sama. Kami sudah saling memahami gaya dan karakter masing-masing,” ujar mereka kompak.

 

Keberhasilan Indrakila juga tidak lepas dari pendampingan konsisten Lalu Zahrun Nizar, S.Pd., atau yang akrab disapa Miq Ijang, pembina seni yang dikenal dekat dengan siswa namun tetap menjaga disiplin dan standar tinggi dalam berkarya. Dalam wawancara, beliau menekankan bahwa kemenangan dua tahun berturut-turut ini bukanlah kebetulan. “Prestasi ini sangat membanggakan. Ini bukti bahwa proses pembinaan, kerja keras siswa, dan kolaborasi tim berjalan dengan baik.”

 

Beliau menjelaskan bahwa pembinaan yang dilakukan berfokus pada tiga aspek utama: pemahaman konsep, keterampilan musikal, dan mental berkarya. “Saya ingin anak-anak tidak hanya bisa membuat lagu, tetapi memahami apa yang mereka sampaikan,” ujar beliau. “Pada 2024, fokus kami adalah tema budaya. Tahun ini, fokusnya generasi emas penerus bangsa. Keduanya membutuhkan pendekatan kreatif yang berbeda.”

 

Miq Ijang berharap Indrakila terus berkembang dan tidak berhenti berkarya meskipun sudah dua kali menjadi juara. “Karya mereka punya potensi besar. Saya ingin mereka terus melangkah, tidak berhenti hanya karena sudah menang.”

 

Keberhasilan Indrakila melalui “MIE” menjadi motivasi bagi siswa lain untuk turut berani berkarya dan berinovasi. Bagi Indrakila, TANOS adalah ruang yang membuka peluang besar bagi kreativitas siswa. “Buat teman-teman lain, jangan takut ikut TANOS. Ini ruang besar untuk menunjukkan potensi kalian,” pesan mereka.

 

Dengan karya yang sarat makna, formasi baru yang solid, serta pembinaan yang tepat, Indrakila membuktikan bahwa kreativitas, kerja sama, dan ketekunan adalah kunci terlahirnya prestasi yang membanggakan. Kemenangan ini menjadi langkah baru bagi mereka—sebuah perjalanan menuju Indonesia Emas yang dimulai dari satu lagu yang lahir dari hati lima anak muda penuh semangat.

 

 (V3)