Harmoni 'Melihat Laut Terbentang Biru' SMA Negeri 1 Selong Siap Wakili NTB di Panggung Nasional

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Tim musikalisasi puisi dari SMA Negeri 1 Selong sukses mengamankan gelar Juara I dalam ajang Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Sekolah Menengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Kompetisi ketat yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi NTB ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda lokal setelah menyisihkan puluhan pendaftar hingga menyisakan 10 tim terbaik di babak final.

 

Sepuluh finalis yang bertarung di tingkat provinsi tersebut merepresentasikan peta bakat dari dua pulau utama di NTB, dengan rincian 7 tim dari Pulau Lombok dan 3 tim dari Pulau Sumbawa. Seluruh finalis mencakup jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

 

Tim perwakilan SMA Negeri 1 Selong yang digawangi oleh enam siswa-siswi terbaik—Rizqika Amalia Nurzami, Dinda Rizki Novianti, Muhammad Dafa Mizrawil Akhyar, Baiq Azellea Kinantara Halbariz, Raditya Javas Nararya, dan Nizar Syahirul Alim—tampil memukau di hadapan dewan juri. Mereka berhasil menerjemahkan tema wajib nasional yang ditetapkan tahun ini, yakni "Melihat Laut Terbentang Biru".

 

Kompetisi tahunan ini menerapkan standar penilaian yang ketat, yang menitikberatkan pada kreativitas generasi muda dalam meramu keindahan diksi puisi dengan kekuatan nada. Penilaian tidak hanya bertumpu pada vokal, namun juga pada keselarasan aransemen musik yang dibawakan agar mampu memperkuat ruh dari puisi tersebut. Keberhasilan kolektif SMA Negeri 1 Selong ini tidak lepas dari kawalan ketat Kepala Sekolah, Dr. Hj. Sri Wahyuni, serta bimbingan teknis dari L. Zahrun Nizar, S.Pd., selaku Pembina Ekstrakurikuler Musik.

 

Sebagai penyandang gelar Juara I di tingkat provinsi, SMA Negeri 1 Selong kini resmi mengemban tugas berat untuk membawa nama daerah ke tingkat nasional. Namun mereka tidak sendiri; langkah SMA Negeri 1 Selong ke panggung nasional didampingi oleh tim dari SMA Negeri 2 Mataram. Kedua sekolah ini akan bertindak sebagai delegasi Provinsi NTB dalam menghadapi perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.

 

Untuk mematangkan kesiapan teknis dan mental para delegasi sebelum bertanding di level pusat, Balai Bahasa Provinsi NTB bergerak cepat dengan menyelenggarakan program pembekalan khusus. Pembekalan intensif bagi para pemenang ini telah dilaksanakan selama dua hari, tepatnya pada tanggal 15 hingga 18 Juni 2026 yang lalu.

 

Sistem kompetisi di tingkat nasional tahun ini menerapkan metode hibrida (kombinasi daring dan luring). Berdasarkan regulasi resmi yang dikeluarkan oleh panitia pusat, proses pendaftaran serta pengiriman karya dari seluruh provinsi dilakukan sepenuhnya secara daring. Masa unggah dokumen dan video penampilan ini memiliki rentang waktu yang cukup panjang, yakni dimulai sejak 12 Mei hingga batas akhir pengiriman pada 20 Juli 2026.

 

Sebelum memasuki tenggat pengiriman karya tersebut, panitia juga telah melaksanakan taklimat kegiatan atau technical meeting secara hibrida pada 18 Mei 2026 guna menyamakan persepsi mengenai aturan teknis penjurian nasional.

 

Memasuki babak krusial, proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri nasional akan menyaring seluruh perwakilan provinsi hingga menyisakan daftar finalis. Hasil penilaian babak penyisihan ini dijadwalkan akan diumumkan secara daring pada 1 September 2026.

 

Sebagai puncak dari rangkaian festival, para finalis yang dinyatakan lolos akan diundang langsung untuk menghadiri acara penganugerahan dan pengumuman pemenang utama. Agenda final tersebut bakal diselenggarakan secara luring (tatap muka) di Jakarta pada 25 September 2026 mendatang. Tim NTB kini terus mematangkan komposisi musik mereka demi menjaga peluang membawa pulang trofi juara ke Bumi Gora.

 (V3)