DEBAT TERBUKA WARNAI PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS SMAN 1 SELONG 2026
SMA Negeri 1 Selong – Selong --- Pemilihan
Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Selong
periode 2026–2027 berlangsung pada Sabtu (19/9) di Lapangan Upacara SMA Negeri
1 Selong. Rangkaian kegiatan diawali dengan debat terbuka antar pasangan calon
(paslon) yang diikuti oleh tiga pasangan calon.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh siswa, dewan
guru, dan tenaga kependidikan. Sejak dimulai, suasana lapangan tampak ramai
oleh siswa dari berbagai tingkatan kelas yang hadir untuk menyimak penyampaian
visi, misi, serta gagasan dari masing-masing paslon.
Debat terbuka menjadi kesempatan bagi para kandidat
untuk menyampaikan program yang akan mereka jalankan sekaligus menjawab
berbagai pertanyaan mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, organisasi, dan
kehidupan siswa di lingkungan sekolah. Bagi para siswa, kegiatan ini juga
menjadi bagian dari proses pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah,
khususnya dalam menentukan pemimpin melalui proses yang terbuka dan bertanggung
jawab.
Kepala SMA Negeri 1 Selong, Dr. Hj. Sri Wahyuni,
dalam sambutannya mengajak seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan
tertib dan penuh perhatian. Ia menekankan bahwa kegiatan pemilihan Ketua dan
Wakil Ketua OSIS menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa.
Menurutnya, proses pemilihan tersebut menjadi
kesempatan bagi siswa untuk memahami sekaligus mempraktikkan prinsip-prinsip
demokrasi dalam kehidupan sekolah. Para siswa diharapkan dapat menentukan
pilihan berdasarkan pertimbangan yang objektif dengan melihat visi, misi,
gagasan, serta keseharian para calon.
"Proses ini insyaallah bisa menjadi ajang
pembelajaran buat kita semua, terutama dalam menerapkan prinsip-prinsip
demokrasi," tutur Dr. Hj. Sri Wahyuni dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh siswa menggunakan
hak pilih secara bertanggung jawab dan menghindari praktik-praktik yang dapat
memengaruhi pilihan secara tidak semestinya. Menurutnya, pilihan hendaknya
lahir dari pemikiran dan penilaian masing-masing siswa terhadap sosok yang
dianggap mampu menjalankan amanah sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa Ketua
dan Wakil Ketua OSIS nantinya memiliki peran penting sebagai perwakilan siswa
dalam menyampaikan aspirasi, mengomunikasikan berbagai persoalan, serta
membangun koordinasi antara siswa, pengurus OSIS, dan pihak sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Sri Wahyuni juga
menyampaikan apresiasi kepada pengurus OSIS periode 2025–2026 atas kontribusi
dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas. Ia menilai peran OSIS memiliki
kontribusi penting dalam mendukung berbagai kegiatan sekolah serta menjaga nama
baik dan kredibilitas SMA Negeri 1 Selong.
Selain menyoroti pelaksanaan pemilihan, Kepala
Sekolah juga mengingatkan seluruh siswa mengenai pentingnya kedisiplinan,
tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk
saling mengingatkan dalam menaati aturan serta menjaga keamanan dan ketertiban,
terutama ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di luar kelas maupun di laboratorium.
Setelah sambutan Kepala Sekolah, kegiatan dilanjutkan
dengan pemaparan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon.
Paslon nomor urut 1, Raodatul Adawiyah
dan Azilya Uji Sefira, mengusung visi menjadikan OSIS sebagai
wadah yang aktif, inspiratif, dan kolaboratif dalam mengembangkan potensi siswa
dengan berlandaskan keimanan, kedisiplinan, dan kekeluargaan.
Beberapa program yang mereka tawarkan antara lain
penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), membangun
keteladanan pengurus OSIS dalam kehidupan sehari-hari, serta mengoptimalkan
mading sekolah sebagai ruang untuk menyalurkan karya, kreativitas, dan aspirasi
siswa secara terbuka tanpa membedakan latar belakang.
Sementara itu, paslon nomor urut 2, Muhammad
Daffa Mizwaril Akhyar dan Najwa Rufa Syaqila, membawa
gagasan yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital. Keduanya ingin
mewujudkan OSIS sebagai wadah bagi generasi yang berkarakter, kolaboratif,
adaptif, inovatif, dan melek digital.
Melalui visi tersebut, paslon 2 menawarkan sejumlah
program, di antaranya penyediaan ruang penyampaian aspirasi siswa secara
bertanggung jawab, program apresiasi prestasi akademik dan nonakademik,
kegiatan sosial, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi dan
kreativitas siswa.
Adapun paslon nomor urut 3, Rizki Muliani
dan Lalu Raya Patrasyahbani, mengedepankan keterbukaan aspirasi,
kolaborasi, dan aksi nyata. Visi yang mereka bawa adalah mewujudkan OSIS SMA
Negeri 1 Selong yang terbuka terhadap aspirasi, kuat dalam kolaborasi, serta
nyata dalam aksi.
Program yang ditawarkan antara lain membangun sistem
penjaringan aspirasi melalui kanal online dan offline, melakukan evaluasi
program melalui mekanisme before-after event, memperkuat sinergi antara OSIS
dan organisasi maupun ekstrakurikuler, serta menyediakan ruang bagi siswa untuk
mengembangkan bakat dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan
sekolah.
Memasuki sesi tanya jawab, dinamika debat semakin
terlihat. Para panelis yang berasal dari unsur pimpinan sekolah, guru, dan
perwakilan siswa mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai kedisiplinan,
pelaksanaan program kerja, koordinasi organisasi, hingga komitmen dalam
menjalankan amanah sebagai pengurus OSIS.
Para kandidat memberikan tanggapan berdasarkan
gagasan dan program yang mereka tawarkan. Perbedaan pendekatan terlihat dalam
sejumlah jawaban, namun seluruh paslon memiliki komitmen yang sama untuk tetap
berkontribusi bagi sekolah, terlepas dari hasil pemilihan.
Salah satu pesan yang mengemuka dalam sesi penutup
adalah bahwa kontestasi pemilihan bukan menjadi batas bagi seseorang untuk
tetap berkontribusi. Para kandidat menyampaikan kesiapan untuk tetap mendukung
program OSIS dan bekerja sama demi kemajuan sekolah, siapa pun yang nantinya
mendapatkan amanah untuk memimpin.
Komitmen tersebut juga terlihat dalam pandangan para
paslon mengenai keberlanjutan program kerja. Program baru yang akan dijalankan
diharapkan tidak serta-merta mengesampingkan program kepengurusan sebelumnya,
tetapi dapat dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah.
Selain membahas program organisasi, persoalan
kedisiplinan dan penegakan tata tertib sekolah turut menjadi salah satu topik
yang mendapat perhatian dalam sesi interaksi dengan peserta.
Para paslon menyampaikan pandangan bahwa penerapan
tata tertib perlu dibangun melalui keteladanan, pendekatan persuasif, dan
sosialisasi yang baik. Pengurus OSIS diharapkan dapat menjadi contoh bagi siswa
lainnya sehingga kepatuhan terhadap aturan tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata
karena adanya sanksi.
Sejumlah gagasan kreatif juga disampaikan untuk
membangun keterlibatan siswa dalam kehidupan sekolah, di antaranya program One
Week One Story dan Class of The Month yang diarahkan untuk mendorong
partisipasi, kreativitas, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah.
Rangkaian debat kemudian ditutup dengan pernyataan
dari masing-masing paslon sekaligus ajakan kepada seluruh siswa untuk
menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab.
Setelah debat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan
proses pemungutan suara. Seluruh siswa diberikan kesempatan untuk menentukan
pilihan berdasarkan visi, misi, dan gagasan yang telah disampaikan oleh
masing-masing pasangan calon.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemungutan suara
masih berlangsung di lingkungan SMA Negeri 1 Selong. Hasil pemilihan nantinya
akan menentukan pasangan yang mendapat amanah untuk memimpin OSIS SMA Negeri 1
Selong periode 2026–2027.
Selain menjadi bagian dari proses regenerasi
kepengurusan OSIS, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar
menyampaikan gagasan, mendengarkan perbedaan pandangan, menentukan pilihan,
serta menjalankan proses demokrasi secara bertanggung jawab di lingkungan
sekolah.