DARI RASA INGIN TAHU, RAHADIAN AHMAD ALIF APUANDI RAIH PRESTASI DI BIDANG ROBOTIKA

SMA Negeri 1 Selong – Selong --- Dunia robotika mungkin terlihat rumit bagi sebagian orang. Namun, bagi Rahadian Ahmad Alif Apuandi, ketertarikan terhadap teknologi justru tumbuh dari rasa ingin tahu sejak kecil. Berawal dari kebiasaannya menonton video perakitan robot sederhana di YouTube, siswa SMA Negeri 1 Selong ini kini berhasil meraih prestasi dalam kompetisi robotika.

 

Remaja asal Kabar, Sakra, Kabupaten Lombok Timur, kelahiran Selong, 31 Oktober 2010, tersebut berhasil meraih Juara 3 kategori SumoBot 3 Kg dalam kompetisi yang diselenggarakan di Fakultas Teknik Universitas Mataram. Dalam kompetisi yang diikuti sejumlah peserta tersebut, Alif tampil sebagai operator yang mengendalikan robot hasil rakitannya.

 

Ketertarikan Alif terhadap dunia robotika bermula ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia sering menghabiskan waktu menonton video tentang cara merakit robot sederhana dari barang bekas melalui platform YouTube. Dari kebiasaan tersebut, rasa ingin tahunya terhadap teknologi dan cara kerja mesin semakin berkembang.

 

"Di robotik itu ngajarin gimana caranya bikin sesuatu yang terstruktur yang bikin ada rasa serunya, apalagi kalau sudah jadi," ujar Alif.

 

Menurutnya, robotika bukan hanya tentang merakit mesin dan mempelajari pemrograman, tetapi juga mengajarkan ketelitian serta membiasakan diri bekerja secara terstruktur.

 

Dalam persiapan mengikuti kompetisi SumoBot 3 Kg, Alif mendapatkan bimbingan dari pelatihnya, Intan Devi. Ia diperkenalkan dengan dasar-dasar robot sumo, mulai dari pemilihan model robot hingga memahami karakteristik komponen yang digunakan. Dalam kompetisi tersebut, Alif dipercaya untuk menjadi operator yang mengendalikan robot di arena pertandingan.

 

Mengikuti kompetisi dengan robot generasi lama tentu memiliki tantangan tersendiri. Alif harus menghadapi sejumlah keterbatasan pada robot yang digunakannya, terutama konsumsi daya, motor yang cepat panas, serta pergerakan robot yang belum sefleksibel perangkat keluaran terbaru.

 

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, ia memberikan perhatian khusus pada bagian blade atau pisau robot yang berfungsi untuk mendesak dan mendorong lawan keluar dari arena pertandingan.

 

Selain persoalan teknis, ketenangan saat bertanding juga menjadi tantangan tersendiri. Menghadapi peserta yang memiliki pengalaman lebih banyak sempat memberikan tekanan baginya. Namun, dukungan orang tua, Hasbullah dan Uswatun Hasanah, serta rekan-rekan satu tim membantunya tetap fokus selama pertandingan.

 

Saat berada di arena, Alif berusaha tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia terlebih dahulu mengamati kelebihan dan kekurangan robot lawan, kemudian menyesuaikan strategi dengan kemampuan robot yang digunakannya untuk mencari peluang memenangkan pertandingan.

 

Menariknya, ketertarikan Alif terhadap dunia teknologi berjalan beriringan dengan prestasinya di bidang olahraga. Ia juga aktif menekuni olahraga bela diri taekwondo. Pada Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di GOR 17 Desember Turida, Mataram, 16–18 Oktober 2026, Alif berhasil meraih Juara 1 kategori Pemula Junior Kyorugi Under 59 Kg Putra.

 

Bagi Alif, robotika dan taekwondo memiliki kesamaan dalam hal kedisiplinan dan ketelitian. Robotika membantunya mengembangkan pola pikir dan kemampuan logika, sedangkan taekwondo melatih mental serta kemampuannya menghadapi tekanan.

 

Prestasi di bidang robotika ini menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Alif untuk terus mengembangkan kemampuannya. Ke depan, ia berharap dapat mencoba kategori robotika lainnya, seperti robot soccer dan line follower, serta berkesempatan mengikuti kompetisi di luar Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 (V3)