Dari GOR 17 Desember ke Mimpi yang Lebih Tinggi: Perjalanan Arfia Arista Widia di Karate NTB
SMA Negeri 1 Selong – Mataram --- Keberhasilan meraih Juara
3 Kumite +66 Kg Putri pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Ketua Umum FORKI
NTB 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan prestasi Arfia Arista
Widia, atlet karate muda asal Kabupaten Lombok Timur. Prestasi tersebut
diraih dalam ajang resmi FORKI Nusa Tenggara Barat yang berlangsung pada 26–28
Desember 2025 di Gelanggang Olahraga (GOR) 17 Desember, Kota Mataram, yang
diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.
Kejurda Piala Ketua Umum FORKI NTB 2025 merupakan agenda strategis FORKI
NTB dalam rangka pembinaan dan pengembangan prestasi atlet karate secara
berkelanjutan. Kejuaraan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi yang
berkualitas dan kompetitif sesuai standar yang berlaku, tetapi juga menjunjung
tinggi nilai sportivitas, disiplin, dan fair play. Selain itu, Kejurda ini
menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet dari aspek teknik, taktik, mental
bertanding, hingga konsistensi performa, yang hasilnya digunakan sebagai dasar
penentuan ranking serta seleksi atlet potensial program pembinaan FORKI NTB
periode 2025–2029.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, Arfia Arista Widia, siswi SMA
Negeri 1 Selong kelas XII-10 asal Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur,
tampil dengan penuh determinasi. Ketertarikannya pada karate bermula sejak
duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar. Sejak saat itu, karate menjadi bagian
penting dalam hidupnya, bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai media
pembentukan karakter.
Perjalanan Arfia dalam dunia karate ditempuh melalui proses panjang yang
sarat disiplin dan konsistensi. Ia rutin mengikuti latihan serta melewati
tahapan seleksi sebelum akhirnya tampil di Kejurda FORKI NTB 2025. Inspirasi
terbesarnya datang dari para pelatih dan senior karate yang menunjukkan
semangat, kedisiplinan, serta kerja keras dalam setiap proses latihan, ditambah
dukungan keluarga yang senantiasa menguatkan langkahnya.
Dalam pertandingan, Arfia harus menghadapi tekanan dan lawan-lawan dengan
pengalaman bertanding yang lebih matang. Situasi tersebut menjadi tantangan
tersendiri yang justru membentuk ketahanan mentalnya. Dari pengalaman itu, ia
belajar untuk tetap tenang, fokus, dan percaya pada hasil latihan yang telah
dijalani.
Rasa syukur dan bangga menyertai langkah Arfia saat berhasil naik podium
sebagai peraih Juara 3 Kumite +66 Kg Putri. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa
proses panjang yang ia jalani tidaklah sia-sia. “Jangan mudah menyerah
ketika menghadapi kesulitan, karena setiap proses akan memberikan hasil yang
sepadan dengan usaha yang dilakukan,” tutur Arfia, mengungkapkan prinsip
hidup yang terus ia pegang dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
Prestasi tersebut ia dedikasikan kepada para pelatih yang selama ini
membimbingnya, khususnya para sinpei di Lombok Timur dan Sangkareang, yakni
Sinpei Ihwan, Sinpei Tal Afif, Sinpei Khairul Solihin, dan Sinpei Kus. Ia
menyampaikan rasa terima kasih atas arahan dan dukungan yang telah diberikan
selama proses latihan hingga kejuaraan.
Ke depan, Arfia berharap dapat terus meningkatkan prestasi dan melangkah
ke jenjang kejuaraan yang lebih tinggi, seiring dengan komitmennya untuk tetap
fokus pada pendidikan. Nilai-nilai karate seperti disiplin, tanggung jawab, dan
semangat pantang menyerah telah membentuk karakternya dalam kehidupan
sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Perjalanan Arfia Arista Widia menjadi cerminan semangat atlet muda daerah
yang tumbuh bersama proses, disiplin, dan mimpi besar. Dari arena Kejurda di
GOR 17 Desember Mataram, langkahnya terus mengarah ke panggung prestasi yang
lebih tinggi, membawa harapan bagi masa depan karate Nusa Tenggara Barat.