CERITA SAFARINA QOLBINA MENEMUKAN JALURNYA DI PORPROV NTB 2026
SMA Negeri 1 Selong – Selong --- Ketika
sebagian besar remaja seusianya menikmati liburan sekolah atau bersiap dengan
kesibukan masa orientasi. Namun, bagi Safarina Qolbina,
hari-harinya selama sepekan terakhir diisi dengan aroma kaporit dan deru air di
Kolam Renang.
Siswa baru kelas X SMA Negeri 1 Selong ini memilih
jalur yang berbeda untuk memulai babak baru masa SMA-nya: turun langsung
mewakili daerah di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026, di
Kolam Renang Dewi Anjani, Desa Dasan Geria, Lombok Barat.
Kecintaan Safarina pada air ia geluti dengan serius
sejak duduk di kelas 5 SD, atau sekitar enam tahun lalu. Pilihan itu lahir dari
ketertarikannya pada tantangan dan keinginan untuk menguji batas kemampuan
diri.
Untuk sampai di titik kompetisi tingkat provinsi,
rutinitas hariannya jauh dari kata santai. Ia terbiasa melahap menu latihan
enam kali dalam seminggu, dengan frekuensi dua kali sehari. Satu bulan
menjelang Porprov, intensitas itu bahkan ditambah dengan porsi latihan beban
dan renang interval guna mematangkan teknik transisi gaya ganti yang ia kuasai.
"Latihan 6x seminggu, 2x sehari. Fokus pada
teknik semua gaya, terutama transisi di gaya ganti," kata Safarina.
Kerja keras tersebut terbayar lunas saat perlombaan
cabang olahraga akuatik digeber pada 16–18 Juli 2026. Hari pertama langsung
menjadi panggung baginya. Safarina sukses menyabet medali emas di nomor 200
meter gaya dada individu putri, serta menambah medali perunggu dari nomor 4 x
50 meter estafet gaya ganti putri bersama rekan setimnya.
Menurunkan tenaga di dua nomor berbeda dalam satu
hari tentu bukan perkara mudah. Ia harus pandai-pandai menjaga kondisi tubuh
agar tidak kedodoran.
"Saya jaga pola makan, istirahat cukup, dan
recovery cepat setelah nomor pertama. Fokus satu nomor dalam satu waktu agar
tenaga tidak terbuang," ujarnya.
Ujian berikutnya datang di hari kedua saat ia turun
di nomor 200 meter gaya ganti individu putri. Tekanan mental untuk
mempertahankan posisi membuatnya harus berjuang lebih keras, terutama pada 50
meter terakhir gaya bebas ketika tenaga mulai terkuras dan pesaing menempel
ketat. Berkat ketenangan dan fokus pada teknik pernapasannya, Safarina berhasil
menyegel medali perak.
Secara keseluruhan, ia mengaku puas dengan hasil yang
diraihnya. Meski demikian, ia tetap melakukan evaluasi agar catatan waktunya
bisa lebih tajam ke depan, khususnya pada teknik start dan turn (balikan). Ke
depan, ia mematok ambisi yang lebih besar: menembus batas untuk tampil di ajang
PON dan memecahkan rekor pribadinya.
Di balik deretan medali emas, perak, and perunggu
yang dikalungkannya, Safarina tidak melupakan peran orang-orang yang selalu
berdiri di belakangnya. Bagi perenang muda ini, keluarga adalah tempat
perlindungan sekaligus bahan bakar utamanya saat merasa lelah.
Tidak jarang rasa jenuh dan lelah mendera di tengah
jadwal latihan yang padat. Namun, dukungan orang tua yang konsisten—termasuk
mengantar jemput latihan pada pukul 4 pagi—menjadi alasan kuat baginya untuk
terus bertahan.
"Saat saya capek mau menyerah, mereka tetap
antar jemput latihan jam 4 pagi dan bilang 'kamu pasti bisa'. Itu yang
bikin saya bertahan," kenangnya.
Ia juga selalu mengingat pesan sederhana namun
bermakna dari orang tuanya sebelum melangkah ke starting block: berjuang
maksimal, nikmati perlombaan, dan jangan lupa berdoa, karena urusan menang atau
kalah adalah nomor kesekian.
Ketika ia berhasil menyentuh garis finis dan
mengalungkan medali, reaksi paling jujur justru datang dari tribun penonton.
Orang tuanya, kata Safarina, bahkan merasa jauh lebih gugup ketimbang dirinya
yang bertanding di air, hingga akhirnya berpelukan dalam keharuan.
Medali-medali tersebut kini ia persembahkan sepenuhnya untuk kedua orang tua
dan pelatih yang telah membimbingnya sejauh ini.
Keberhasilan di Kolam Renang Dewi Anjani tidak hanya ditorehkan
oleh Safarina seorang. Siswa SMA Negeri 1 Selong lainnya yang turut memperkuat
kontingen daerah juga menunjukkan perjuangan yang patut diacungi jempol di
arena yang sama.
Baiq Zafira Aqila Zarkasyi, yang juga turun
bertanding di hari pertama dan bersama Safarina memperkuat tim estafet,
mencatatkan hasil yang positif. Pada hari pertama, ia berhasil finis di urutan
keempat pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu individu putri. Perjuangannya
berlanjut di hari kedua dengan sukses menyumbangkan medali perunggu pada nomor
50 meter gaya kupu-kupu individu putri.
Sementara itu, perwakilan dari sektor putra, Nabil
Akbar Nurrahman, turut berjuang menghadapi ketatnya persaingan di lintasan.
Pada hari kedua, ia finis di urutan keempat pada nomor 100 meter gaya punggung
individu putra, serta ambil bagian memperkuat tim estafet gaya ganti putra.
Perjuangan Nabil berlanjut hingga hari ketiga dengan kembali mengamankan posisi
keempat pada nomor 100 meter gaya bebas individu putra.
(V3)