Apriansyah: Finalis Nusantara Future Leaders (NFL) UGM 2025 dari SMA Negeri 1 Selong

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Keberhasilan Apriansyah menembus tahap final Nusantara Future Leaders (NFL) UGM 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kepemimpinannya sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Selong. Ia menjadi salah satu siswa yang lolos dalam program pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, sebuah forum prestisius yang mempertemukan ketua-ketua dan penggerak organisasi pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Final NFL 2025 akan dilaksanakan pada Jumat, 19 hingga Senin, 22 Desember 2025 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan rangkaian kegiatan intensif yang dirancang untuk membentuk pemimpin muda yang visioner, kolaboratif, dan berdaya saing global.

 

Bagi Apriansyah, lolos sebagai finalis NFL bukanlah sekadar pencapaian administratif atau simbol prestasi personal. Proses panjang yang ia lalui, mulai dari seleksi berkas, penulisan esai gagasan, pembuatan video personal, hingga penilaian visi kepemimpinan, menjadi refleksi dari perjalanan pengembangan diri yang telah ia bangun sejak lama. NFL, menurutnya, adalah ruang pembelajaran sekaligus pengabdian, tempat para pelajar diuji bukan hanya kecerdasan berpikir, tetapi juga integritas, empati sosial, dan kemampuan bekerja sama lintas latar belakang.

 

Apriansyah adalah pelajar SMA Negeri 1 Selong yang secara sadar memilih untuk aktif mengembangkan diri baik di bidang akademik maupun nonakademik. Ia memiliki minat besar untuk memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar melalui organisasi, kegiatan sosial, serta pengembangan kepemimpinan. Ketertarikannya pada bidang kepalangmerahan, riset, dan pengembangan karakter tumbuh dari keyakinan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada angka rapor.

 

“Bagi saya, pendidikan bukan semata-mata tentang pencapaian nilai akademik, melainkan proses pembentukan sikap, integritas, kepemimpinan, dan kemampuan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Motivasi terbesarnya saat ini adalah keinginan untuk terus berkembang dan memberi dampak positif bagi sekitar, baik di sekolah maupun masyarakat. Ia ingin membuktikan bahwa pelajar memiliki kapasitas untuk berkontribusi secara nyata, bukan sekadar menjadi penonton dalam perubahan.

 

Dalam perjalanan organisasinya, Apriansyah dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan bertanggung jawab. Ia terbiasa mendengarkan pendapat anggota, mengambil keputusan melalui musyawarah, serta berusaha menjadi teladan dalam kedisiplinan dan komitmen. Ia memegang prinsip kuat bahwa setiap tanggung jawab yang diambil harus diselesaikan dengan sungguh-sungguh.

 

“Apa yang saya mulai harus saya selesaikan, karena apa pun yang saya lakukan akan memberi dampak ke depannya,” tegasnya.

 

Sejak 2023 hingga 2025, Apriansyah telah dipercaya memegang berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Palang Merah Remaja (PMR), Ketua Ekstrakurikuler Paduan Suara, Wakil Ketua Ekstrakurikuler Tahfidz, Bendahara Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja, Bendahara Pecinta Lingkungan Hidup, serta anggota OSIS Bidang Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Dalam peran tersebut, ia mengoordinasikan anggota, menyusun dan menjalankan program kerja, memastikan kegiatan berjalan efektif, serta menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, organisasi lain, instansi pemerintah, dan sponsor.

 

Tantangan terbesar dalam memimpin, menurut Apriansyah, adalah mengelola perbedaan karakter dan tingkat komitmen anggota. Ia menyadari bahwa organisasi sekolah dihuni oleh individu dengan latar belakang, motivasi, dan kedisiplinan yang beragam. Untuk mengatasinya, ia memilih pendekatan komunikasi terbuka, pembagian tugas yang jelas, serta memberi contoh langsung melalui tindakan.

 

Keberhasilan organisasi yang paling ia banggakan adalah saat dipercaya menjadi Ketua Panitia HUT ke-60 SMA Negeri 1 Selong bertema “Goes to Golden Generation”. Dalam kegiatan tersebut, ia berani mengambil risiko besar dengan menghadirkan guest star nasional di tengah berbagai keterbatasan. Strateginya adalah mengajak seluruh siswa terlibat melalui pembelian atribut acara, yang keuntungannya digunakan untuk mendukung pembiayaan, sekaligus aktif menjalin kerja sama dengan sponsor dan pihak ketiga. Dengan perencanaan matang dan kerja tim yang solid, acara tersebut berlangsung meriah dan sukses mencapai target.

 

Tidak hanya itu, di bawah kepemimpinannya, PMR SMA Negeri 1 Selong mengalami peningkatan keaktifan anggota dan prestasi. PMR berhasil menyukseskan berbagai kegiatan sosial dan lomba kepalangmerahan hingga meraih Juara Umum pada ajang JUARA tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Berbagai kemampuan yang ia kuasai mencerminkan sosok pemimpin muda yang utuh. Ia memiliki keterampilan kepemimpinan, public speaking, manajemen acara, pertolongan pertama, riset dan penulisan ilmiah, manajemen waktu, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Untuk terus berkembang, ia membiasakan diri melakukan evaluasi diri setelah setiap kegiatan, belajar dari kesalahan, serta aktif mengikuti lomba, organisasi, dan pelatihan.

 

Dalam mengelola waktu di tengah banyaknya tanggung jawab, Apriansyah menerapkan skala prioritas dan jadwal harian yang disiplin. Dengan perencanaan yang baik, ia mampu menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi. Ketika konflik muncul dalam tim, ia memilih dialog dan musyawarah, mendengarkan semua pihak secara adil, mencari akar masalah, lalu menentukan solusi bersama agar konflik tidak berlarut-larut. Semangat tim ia jaga melalui apresiasi, komunikasi positif, serta suasana kerja yang saling mendukung.

 

Pengalaman event dan kepanitiaan Apriansyah terbilang sangat luas dan konsisten dari tahun ke tahun. Ia terlibat aktif dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan di lingkungan SMA Negeri 1 Selong, mulai dari Hari Guru (2023 dan 2024), berbagai Class Meeting dengan konsep kreatif seperti EXSIS (Exciting Sport in Smansa), KOPY (Komisi Olahraga Happy), MEGANTARA, dan GALAKSI, hingga Laporan Pertanggungjawaban serta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang menjadi agenda penting dalam proses kaderisasi organisasi siswa.

 

Dalam bidang orientasi dan regenerasi kepemimpinan sekolah, Apriansyah berperan dalam MPLS SMA Negeri 1 Selong tahun 2024 dan 2025, rekrutmen pengurus OSIS, serta Pemilihan Ketua OSIS. Ia juga turut menyukseskan berbagai agenda besar sekolah seperti HUT SMA Negeri 1 Selong bertema Super Generation dan Goes to Golden Generation, Bazar Ramadhan LENTERA (Lengkapi Terangnya Ramadhan) dan GERHANA (Gema Ramadhan Penuh Makna), Graduation Aurum Angkatan 2021, Graduation ASTERIA Angkatan 2022, serta Peletakan Batu Pertama Mushalla SMA Negeri 1 Selong.

 

Selain itu, Apriansyah juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah berbasis sosial, lingkungan, dan olahraga yang melibatkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat, seperti Clean Beach Pandawara – Pantai Labuhan Haji, Penanaman Seribu Pohon bertema Love Earth, Fun Run X Love Earth, Kampanye Disabilitas X Goes to Golden Generation, serta kompetisi olahraga sekolah seperti Futsal SMANSA X GSPC dan Smansa Basketball Competition (SBC) X Goes to Golden Generation tingkat se-Pulau Lombok. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian program sekolah dan berhasil menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi serta respons positif dari warga sekolah dan masyarakat.

 

Bagi Apriansyah, prestasi yang paling berdampak adalah prestasi yang memberi manfaat langsung. Keberhasilannya dalam lomba pertolongan pertama menjadi sarana edukasi kesiapsiagaan darurat, sementara keterlibatannya dalam kampanye disabilitas menumbuhkan kesadaran akan inklusivitas, empati, dan kepedulian sosial.

 

“Prestasi tidak hanya soal kompetisi, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ke depan, Apriansyah bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memperluas wawasan, memperdalam keilmuan, serta membentuk pola pikir yang kritis dan solutif. Ia berkomitmen untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan, terus mengembangkan diri di bidang kepemimpinan, riset, dan sosial, serta berkontribusi melalui pengabdian masyarakat. Di mana pun ia berada, ia ingin terus menjadi penggerak, mentor bagi generasi berikutnya, dan pembawa inovasi agar organisasi yang ia ikuti semakin berdampak dan berkelanjutan.

 

Keberhasilan Apriansyah menembus final Nusantara Future Leaders UGM 2025 menjadi bukti bahwa kepemimpinan pelajar tidak lahir dari satu momen, melainkan dari konsistensi, keberanian, dan komitmen jangka panjang. Dari Selong menuju Yogyakarta, ia membawa bukan hanya nama sekolah, tetapi juga harapan akan lahirnya pemimpin muda yang berintegritas, peduli, dan siap memberi arti bagi Indonesia.

 (V3)