AKIFA NAILA KHAERANI SIAP KIBARKAN BENDERA DI TINGKAT PROVINSI NTB 2026
SMA Negeri 1 Selong – Mataram --- “tentunya berkat dukungan dari berbagai pihak, baik dari orang tua maupun
teman-teman, serta mimpi yang saya impikan sejak dulu membuat saya termotivasi
untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik.”
Pernyataan tersebut disampaikan Akifa Naila
Khaerani, siswi SMA Negeri 1 Selong, setelah dirinya ditetapkan sebagai
salah satu Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi
Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026. Keberhasilan tersebut mengantarkan Akifa
untuk mengemban tugas mewakili Kabupaten Lombok Timur pada Upacara Peringatan
HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Lapangan Bumi Gora,
Kantor Gubernur NTB, Mataram.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Sekretariat
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor: 045.2/1013/VI/BKBPDN/2026 tertanggal
26 Juni 2026, perihal Pemberitahuan Hasil Seleksi Calon Paskibraka Tingkat
Provinsi Tahun 2026. Berdasarkan hasil seleksi tersebut, Kabupaten Lombok Timur
meloloskan empat perwakilan, terdiri atas dua peserta putra dan dua peserta
putri. Akifa menjadi salah satu peserta putri yang terpilih.
Selanjutnya, para peserta yang dinyatakan lulus
seleksi tingkat provinsi dijadwalkan mengikuti rangkaian Pendidikan dan
Pelatihan (Diklat) Paskibraka. Kegiatan karantina dan pelatihan intensif
tersebut berlangsung pada 6 hingga 19 Agustus 2026 di Mataram. Rangkaian
kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan fisik, mental,
kedisiplinan, serta keterampilan baris-berbaris para peserta sebelum
pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026.
Menembus ketatnya seleksi tingkat provinsi tentu
bukan perkara mudah. Bagi Akifa, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan
tersendiri karena ia dapat melangkah hingga tahap ini sekaligus membawa nama
almamaternya, SMA Negeri 1 Selong.
Untuk menghadapi masa Diklat yang menuntut ketahanan
fisik dan kedisiplinan tinggi, Akifa telah melakukan berbagai persiapan sejak
jauh-jauh hari. Persiapan tersebut dilakukan melalui latihan rutin, baik di
lingkungan sekolah maupun secara mandiri di luar jam pelajaran.
“Saya mempersiapkan diri dengan melatih fisik
maupun mental sebelum diberangkatkan untuk karantina di tingkat provinsi,
seperti lari pada sore dan pagi hari bersama teman-teman, melaksanakan latihan
rutin sekolah, serta persiapan lainnya,” ujar Akifa mengenai persiapannya
menghadapi masa karantina.
Sebagai bagian dari delegasi Kabupaten Lombok Timur
yang hanya berjumlah empat orang, Akifa menyadari pentingnya membangun
soliditas dan kekompakan tim. Ia bersama rekan-rekannya dari Lombok Timur
berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan demi mengemban tugas
sekaligus menjaga kehormatan nama baik daerah asal mereka di tingkat provinsi.
Keterlibatan dalam kegiatan Paskibraka tingkat
provinsi juga menuntut kemampuan dalam mengatur waktu. Di satu sisi, para
peserta harus mengikuti agenda latihan yang padat, sementara di sisi lain
kewajiban sebagai pelajar tetap harus dijalankan.
Terkait hal tersebut, Akifa memiliki strategi
tersendiri untuk memastikan performa akademiknya di sekolah tetap terjaga. Ia
berupaya menyelesaikan setiap materi dan kewajiban belajar meskipun harus
meninggalkan kegiatan pembelajaran di kelas karena mengikuti agenda latihan.
“Saya menjaga performa akademis dengan selalu
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan bapak ibu guru di kelas meskipun saya
tidak dapat hadir saat pembelajaran berlangsung, serta belajar dengan mandiri,”
jelasnya mengenai komitmennya terhadap pendidikan.
Di balik ketegasan dalam baris-berbaris dan disiplin
tinggi yang dijalaninya, keberhasilan Akifa tentu tidak terlepas dari peran
penting kedua orang tuanya. Saat menyampaikan rasa terima kasih, ia
mengungkapkan apresiasi kepada ayah dan ibunya yang senantiasa mendampingi
dengan doa dan dukungan moral.
“Pesan untuk orang tua, terima kasih telah
mendukung Akifa sampai di titik ini. Tentunya Akifa bisa sampai di titik ini
tak luput dari doa dan usaha dari Ayah dan Ibu juga. Semoga Akifa selalu bisa
membuat Ayah dan Ibu bahagia dan bangga atas apa yang Akifa dapatkan,”
tutur Akifa dengan penuh rasa syukur.
Menatap pelaksanaan upacara kenegaraan di Lapangan
Bumi Gora, Akifa juga menyimpan harapan besar. Ia berharap dapat dipercaya mengemban
posisi penting sebagai pembawa baki dalam formasi pengibaran bendera pusaka.
“Saya berharap di saat saya berada di sana, saya
dapat berkesempatan menjadi pembawa baki, karena menurut saya menjadi pembawa
baki merupakan satu kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Akifa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang telah memberikan dorongan dan semangat selama proses yang
dijalaninya. Ia sekaligus menitipkan pesan kepada rekan-rekan serta adik
tingkatnya di SMA Negeri 1 Selong agar tidak berhenti bermimpi dan terus
berusaha meraih prestasi.
Baginya, pencapaian sebagai Calon Paskibraka Provinsi
NTB Tahun 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kesempatan
untuk membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Lombok Timur. Semangat, disiplin,
dan kerja keras yang telah dilaluinya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa
SMA Negeri 1 Selong dan generasi muda lainnya untuk terus berprestasi serta
melanjutkan estafet kepemimpinan dan kedisiplinan di masa mendatang.
(V3)