Berita

Berita Pendidikan Nasional

(0 pemilihan)

Pidato Mendikbud Upacara Hari Guru Nasional 2019 Pilihan

V3 November 23, 2019

sman1selong.sch.id. Hari Guru Nasional tahun 2019 akan diperingati pada Senin, tanggal 25 November 2019 mendatang. Agenda dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2019 adalah Upacara Bendera. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 132716/MPK.A/TU/2019 tertanggal 19 November 2019 tentang Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019.

Hari Guru Nasional tahun 2019 diperingati dengan melaksanakan upacara bendera secara tertib, khidmat, dan sederhana dengan mengacu pada pedoman upacara bendera tersebut. Salah satu acara dalam pelaksanaan Upacara Bendera Hari Guru Nasional 2019 adalah pembacaan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Berikut pidato Menteri Pendidikan dan kebudayaan pada Upacara Hari Guru Nasional 2019 tanggal 25 November 2019.

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

 

 

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya agak sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas adminstratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghapal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambilah langkah pertama.

Besok, dimanapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

  • Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
  • Berikan kesempatan murid untuk mengajar di kelas.
  • Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
  • Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
  • Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru

#merdekabergerak#gurupenggerak

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia,

Nadiem Anwar Makarim

 

Download di sini

Baca 2391 kali Terakhir diubah pada Sabtu, 23 November 2019 03:10

Cari

Pengunjung

558645
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
233
555177
12296
558645

Your IP: 3.230.1.126
2020-10-31 10:55